SURAT 55. AR RAHMAAN 17

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.

Dalam ayat Al-Quran tersebut di atas, dikatakan dengan jelas bahwa Allah memelihara kedua tempat terbit dan terbenam matahari. Dari sudut pandang ilmiah, pernyataan demikian ini jelas tidak ilmiah karena jelas tidak tempat terbit dan terbenam matahari bukanlah dua tempat atau titik.

Al-Quran dan Hadis lebih jauh memberikan penjelasan dimanakah sebenarnya kedua tempat terbit/terbenamnya matahari.

Dalam salah satu Hadis Sahih, dijelaskan bahwa kedua tempat terbit dan terbenamnya matahari yang dipelihara oleh Allah sebagaimana disebutkan pada SURAT 55. AR RAHMAAN 17 ternyata adalah di kedua sisi kepala IBLIS.

Sahih Bukhari, Volume 4, Book 54, Number 494:

Diriwayatkan Ibn Umar:
Rasulullah bersabda, “Ketikan bagian pinggiran (atas) matahari terlihat (di waktu subuh), jangan melakukan sholat sampai matahari sepenuhnya terlihat, dan ketika bagian pinggiran (bawah) matahari terbenam, jangan melakukan sholat sampai matahari terbenam seluruhnya. Dan kamu seharusnya tidak sholat pada saat matahari terbit dan terbenam karena matahari terbit diantara kedua sisi kepala dari iblis (atau Setan).

Hadis lain dan ayat Al-Quran SURAT 13. AR RA’D 2 juga menjelaskan bahwa ternyata matahari itu terbenam dan ngumpet di bawah singgasana Allah. Bisa kita bayangkan bagaimana panasnya singgasana Allah di atas matahari. Jangan-jangan singgasana Allah itu serupa dengan neraka. HEHEHE

SURAT 13. AR RA’D 2

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.

Sahih Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 326:

Diriwayatkan Abu Dharr:
Suatu saat saya berada di Mesjid bersama Nabi pada saat matahari terbenam. Nabi berkata, “O Abu Dharr! Apakah kamu tahu dimana matahari terbenam?” Saya menjawab, “Allah dan Nabinya mengetahui lebih pasti.” Nabi bersabda, “Itu bergerak dan tak berdaya dibawah (Allah) singgasana; dan itu adalah pernyataan Allah:–

‘Dan matahari berlari membetulkan jurusannya untuk syarat (menentukan). Dan itu adalah keputusan dari Maha Kuasa, Maha Tahu….’ (36.38)

Selain di kedua sisi kepala Iblis dan dibawah singgasana Allah sebagai tempat yang dipelihara Allah untuk tempat terbit dan terbenamnya matahari, ada lagi satu tempat yaitu di laut berlumpur hitam yang ditemukan oleh Dhulkarnain (Alexander Agung).

SURAT 18. AL KAHFI 86

Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.

Terbit dan terbenamnya matahari erat kaitannya dengan peredaran bumi pada sumbunya dan juga peredaran bumi terhadap matahari, dan bukan merupakan tempat seperti yang di mengerti oleh penulis Al-Quran di laut berlumpur, di bawah tahta/singgasana Allah, atau di kedua sisi kepala iblis.

KESIMPULAN : PERTANYAAN DAN SAYA JAWAB DULU SEBELUM ANDA BUAT SANGGAHAN! SKAK MATI ISTILAHNYA!

Penjelasan SURAT 55. AR RAHMAAN 17 tidak memadai karena hanya menunjuk pada saat musim panas dan musim dingin. Bagiamana dengan musim lain? Di manakan tempat terbit/terbenam matahari pada waktu-waktu lain? Apakah hanya ada dua tempat terbit/terbenam matahari? Apakah matahari melompat dari satu tempat di saat musim panas ke tempat lain di saat musim dingin untuk terbit/terbenam?

Karena dalam SURAT 55. AR RAHMAAN 17 hanya disebutkan dua tempat terbit dan terbenam matahari. Yang Anda jelaskan adalah musim panas dan muslim dingin solstice dimana matahari berada di atas 23.5 LU dan 23.5 LS untuk daerah di utara khatulistiwa. Bagaimana dengan equinox dimana matahari tepat berada di atas khatulistiwa? Dan bagaimana dengan yang berada di kutub utara dan kutub selatan, dimanakan matahari terbit? Apakah hanya dua tempat seperti yang disebutkand dalam SURAT 55. AR RAHMAAN 17?

Karena Al-Quran diturunkan dijazirah Arab yang hanya mengalami dua musim. Maka Allah menyebutkan 2 tempat terbit matahari ketika musim panas dan musim dingin. Jika dikatakan 1 tempat terbit matahari tentu orang Arab akan bingung karena mereka mengenal 2 tempat terbit matahari. Al-Quran turun sesuai dengan realita penduduk setempat. Dan sangat jelas sekali bagi orang yang akan menjawab demikian bahwa Al-Quran hanya diturunkan bagi orang-orang Arab saja dan bukan bagi umat seluruh dunia. Jikalau memang benar Nabi Muhammad pernah melakukan perjalanan ke luar angkasa (Mi’raj) seharusnya Muhammad dapat menyangkal ayat ini. Dan membantah Allah bahwa ayat tersebut salah adanya dan harus direfisi. HAHAHA

Terbitnya matahari ada dalam garis pergeseran. Setiap hari maka akan bergeser sedikit demi sedikit. Maka dua titik terbenam dan terbit matahari tidak masuk akal. Lebih masuk akal jika dikatakan matahari terbit di timur terbenam di barat. Muhammad di dalam Al-Quran sangat memahami terbit dan terbenamnya matahari di suatu titik/tempat tetap, seperti misalnya di bawah kolong tahta Allah, di kedua sisi kepala iblis, atau di laut berlumpur hitam. HAHAHA

Gambar berikut memberikan diagram pergerakan matahari, Sun Path, untuk mendukung penjelasan bahwa matahari terbit/terbenam tidak hanya di dua tempat, tetapi bergerser dari timur/barat ke arah utara/selatan setiap harinya.

Kalau kita dapat menyimak dari gambar diatas perpindahan matahari pada garis edarnya setiap hari tidak drastis, tetapi sangat perlahan. Pasti tidak masuk akal jika Al-Quran berkata matahari terbit/terbenam dari 2 tempat yang berbeda. HAHAHA

Dimanapun posisinya suatu tempat, tetap saja tempat terbit atau terbenam matahari berupa rentang di antara dua titik, bukan di dua titik. Kalaupun ditanyakan bulan berapa suatu musim, jelas akan dijawab antara bulan (apa) sampai bulan (apa) Kecuali ditanyakan awal musim atau akhir musimnya. Jadi, klaim bahwa matahari terbit atau tenggelam di dua titik (di manapun wilayah itu berada) adalah klaim yang tidak ilmiah.

About these ads