Kesaksian Muhammad dan Pendahuluan tentang Penarikan Kembali (Ep 21)

Leave a comment

Episode 21

Kesaksian Muhammad dan Pendahuluan tentang Penarikan Kembali

Muhammad : Pemirsa budiman, selamat datang di episode yang baru dalam program “Pertanyaan-pertanyaan tentang Iman, merupakan kebahagian bagi saya sebagai pembawa acara program ini. Saya Muhammad Saeed, menemani anda pada episode-episode selanjutnya dengan tamu kehormatan kita Bapak Pdt. Zakaria Botros. Selamat datang pak pendeta.

Bp. Zakaria : Terima kasih.

Muhammad : Pemirsa terkasih, sebelum kita mulai saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Saya dibesarkan atau bertumbuh dalam sebuah keluarga muslim, dengan pengaruh Islam dan belajar disebuah sekolah Islam, di sebuah negara Arab.Sejak saya kecil ibu saya menanamkan dalam hati saya hal yang paling penting, yaitu mengasihi Allah.Bahkan sebagai seorang anak kecil saya memiliki gairah dan kerinduan kepada Allah Yang Maha Tinggi. Saya memiliki kerinduan yang begitu kuat untuk menyenangkan Allah dan menaatiNya dan ada dalam kehendakNya Sebagai seorang dewasa saya berkeliling ke banyak negara bersamaan dengan pertumbuhan saya. Saya berusaha sedapat mungkin untuk menjalankan semua doa-doa dengan pengajaran Muslim dan berpuasa, dan sebagainya. Selama perjalanan saya pula, saya berpergian ke Saudi Arabia ,saya begitu tertarik untuk mengunjungi Mekah dan El Kaaba (Ka’bah), dimana saya berdoa dan mencari Tuhan. Selanjutnya, saya bertemu dengan seorang teman Kristen yang mulai bercerita tentang Kristus kepada saya, dan dia juga mengatakan kepada saya tentang keselamatan, penghakiman, dan dosa. Hal ini semua baru bagi saya, saya tidak pernah berpikir tentang semua itu sebelumnya. Teman ini mulai membagikan kepada saya beberapa hal dari Alkitab, Injil. Saya akan membacakan beberapa ayat yang sangat berkesan yang menjamah hati saya, ayat-ayat itu terdapat di Injil Matius pasal 5, Kristus berkata,”Berbahagialah orang yang miskin dalam roh (di hadapan Allah) karena mereka yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita karena mereka akan dihibur. More

Kesaksian Penyaliban Isa (Ep 14)

Leave a comment

14 -Kesaksian Penyaliban Isa  by Dewi / Indra

Nahed: Para penonton yang terkasih, selamat datang pada episode baru “Question about Faith” (pertanyaan-pertanyaan tentang iman), merupakan sebuah kehormatan untuk menjawab semua pertanyaan yang anda kirimkan pada kami. Merupakan sebuah kehormatan juga untuk menghadirkan bersama kita Bapak Pendeta Zakaria Bothros. Selamat datang, Pak.

Bapak Zakaria: Terima kasih.

Nahed: Pada episode sebelumnya, kita membicarakan tentang fakta penyaliban Kritus. Jadi, seperti biasa, kami ingin anda memberikan rangkuman singkat, agar penonton tidak mengikuti episode sebelumnya bisa mengikuti, silahkan Pak…

Bapak Zakaria: Kemarin kita membicarakan tentang kebenaran tentang tritunggal dan ke-Maha Esa-an, Pewujudan Ilahi dan tujuannya yaitu penyaliban. Penyaliban Isa. Mengapa? Karena Alkitab menyatakan, dalam Injil Yohanes 3:16, “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.  Maka dari itu penyaliban adalah tujuan penebusan, jadi umat manusia tidak akan binasa tapi diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal. Dan ini adalah bukti cinta Allah. Mengapa? Pada permulaan penciptaan Allah mencintai manusia dalam gambaran Allah. Cinta. Tetapi manusia menjadi rusak, dan gambar itu dirusak oleh dosa.  Selain mencintai manusia, Allah ingin memberikan pengampunan kepada manusia, untuk menjadikan manusia lama (yang telah rusak oleh dosa) menjadi manusia baru. Hal ini tertulis dalam kitab Yeremia 18, di dalamnya terdapat ilustrasi tentang ini , dan bagaimana ilustrasi tentang ini terjadi. Apa yang Dia katakan kepadanya? Dia berkata, ”Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk!  Disana Aku akan memperdengarkan Perkataan-perkataan-Ku kepadamu.  More

BEBERAPA CATATAN DARI ISRAEL

2 Comments

Oleh : Luthfi Assyaukani – Paramadina Mulia Jakarta

Sebelumnya maaf yah Pak Luthfi saya embat tulisan bapak tanpa meminta ijin terlebih dahulu.

Saya baru saja melakukan perjalanan ke Israel. Banyak hal berkesan yang saya dapatkan dari negeri itu, dari soal Kota Tua yang kecil namun penuh memori konflik dan darah, Tel Aviv yang cantik dan eksotis, hingga keramahan orang-orang Israel. Saya kira, siapapun yang menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang Israel dan orang-orangnya.

Ketika transit di Singapura, seorang diplomat Israel mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu, karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira). Tapi, sial, ucapan diplomat itu benar belaka. Dia bukan sedang berpromosi. Puluhan orang yang saya jumpai dari sekitar 15 lembaga yang berbeda menunjukkan bahwa orang-orang Israel memang senang dengan informalities dan cenderung bersahabat.

Saya masih ingat dalam sebuah dinner, seorang Rabbi mengeluarkan joke-joke terbaiknya tentang kegilaan orang Yahudi. Dia mengaku mengoleksi beberapa joke tapi kalah jauh dibandingkan Gus Dur yang katanya “more jewish than me.” Dalam jamuan lunch, seorang diplomat Israel berperilaku serupa, membuka hidangan dengan cerita jenaka tentang persaingan orang Yahudi dan orang Cina. More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.