Pertanyaan Mengenai Iman Episode 88

2 Comments

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 88

Mohamed: Selamat datang, pemirsa terkasih, ke episode dari program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Tamu kita, Bapak Pendeta Zakaria Botros, bersama dengan kita. Selamat datang.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Mohamed: Dalam episode ini, kita ingin membagikan sebuah surat yang kami terima dari saudari kita Mary, di Holland. Ia berkata, “Dalam nama Bapa, Anak, dan Ruh Allah, Allah yang satu. Amin. Salam hangat kepada saudara-saudara terkasih yang telah mengatur dan bekerja untuk program Al Hayat. Kami bersyukur kepada Allah atas program yang telah menyiarkan acara- acara indah, terutama acara ‘Pertanyaan Mengenai Iman’, yang dibawakan oleh Bapak Pendeta Zakaria Botros dan Saudara Mohamed yang terhormat. Program ini telah menjadi salah satu program yang kami tonton setiap hari, dan terkadang berkali-kali di dalam satu hari. Ini sebuah program yang indah. Melalui program ini, kami telah disadarkan oleh berbagai isu dan rahasia yang kabur dan tidak dimengerti oleh jutaan orang. Semoga Allah memberkati Anda dan memberkati pekerjaan yang Anda lakukan. Semoga Anda selalu dalam perlindungan Allah. Saya mohon kepada Allah agar memberikan Anda hidup yang panjang supaya program Anda tidak akan pernah berakhir. Mohon kirimkan saya sebuah buku ‘Sons of Ishmael’ (Anak-anak Ismail) dan terimalah ucapan terima kasih dan hormat saya. Saudarimu, Mary.”

Kami harap Anda sudah menerima buku ‘Sons of Ishmael’ (Anak-anak Ismail) Buku ini menceritakan kisah banyak orang-orang, seperti saya, yang dulunya seorang Muslim dan telah menjadi Muslim sejati (Patuh kepada Allah).
Mari kita kembali ke topik kita. More

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 87

1 Comment

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 87

Mohamed: Selamat datang, para permisa terkasih, ke episode baru dari program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Ada juga tamu kita, Bapak Pendeta Zakaria Botros, bersama kita. Selamat datang Pak Pendeta.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Mohamed: Kita mendapat banyak surat. Surat ini dari … sepertinya dari Mesir. Ya, dari Kairo.
“Dalam nama yang Satu dan satu-satunya, yang kita semua sembah … Bapak Pendeta Zakaria Botros, saya ingin memberikan salam kepada Anda dengan cara yang menyenangkan hati Anda. Anda seorang yang tidak waras, yang mendapatkan kenikmatan jiwa dari mengikuti keinginan pribadi, yang membawa kerusakan. Apakah hanya sekedar kebetulan, seperti yang dunia katakan, atau takdir, seperti yang orang-orang percaya percayai. Anda dan saya telah dibesarkan bersama-sama. Teman sekerja Anda menyiapkan jalannya bagi Anda dengan segala barang dagangan Anda, kemudian Anda duduk, dikelilingi dengan buku-buku referensi Anda, mengambil mereka dan membuangnya.

Saya mengira Anda mempunyai sebuah tujuan dan tujuan itu sangat sakit. Jika Anda mengklaim Anda bertindak netral, bagaimana Anda sampai kesitu? Dan jika Anda berkata bahwa Anda adalah seorang pendakwah, mana buktinya? “Anda akan mengenal mereka dari buah-buah mereka.” “Ikuti seseorang yang tidak meminta bayaran ketika mereka sedang dibimbing.”

Anda dipekerjakan oleh orang-orang yang telah menugaskan Anda dengan pesan ini, mengklaim bahwa ini adalah sebuah pelayanan yang dipersembahkan untuk ajaran Isa Al-Masih dan Isa Al-Masih. Bagaimana bisa? Anda juga mengklaim bahwa Islam adalah tambahan dari itu dan sebuah fabrikasi. Sebenarnya, “Tetapi mereka menolak apa yang tidak dapat mereka mengerti, (terutama) ketika pengertiannya tidak pernah mereka dapatkan.” Dan juga, “Beberapa dari mereka mempercayai hal itu ketika yang lainnya tidak akan mempercayainya….” More

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 86

Leave a comment

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 86

Mohamed: Selamat datang, para pemirsa terkasih, ke episode terbaru ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Kita juga menyambut tamu kita, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Mohamed: Kami telah menerima banyak surat. Surat ini dari Algeria, dan ditutupi dengan banyak perangko.
Pengirimnya berkata,
“Salam dan damai. Saya salah seorang pemirsa dari program Al Hayat yang indah, yang telah benar-benar menangkap perhatian saya dan merubah arah hidup saya.

Telah merubah pikiran saya dan menjawab banyak pertanyaan dan keragu-raguan saya. Juga telah meningkatkan iman dan pengetahuan saya akan kehidupan, terutama hubungan saya dengan Allah. Saya sangat berminat terhadap program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’ Anda yang sangat berarti, yang dibawakan oleh Pendeta Zakaria Botros. Ia telah menarik perhatian saya dengan pengetahuan serta minatnya atas segala aspek dari agama Islam. Saya mempunyai beberapa pertanyaan sulit yang telah ada di pikiran saya, dan menggangu iman saya kepada Isa Al-Masih. Pertanyaan-pertanyaan ini adalah:

1. Apakah Mesjid Aqsa merupakan kuil yang disebutkan di Kitab Injil dan Kitab Taurat?
2. Apakah Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim, teman Allah, atau oleh orang lain? Jika ia tidak membangunnya, siapakah yang membangun Ka’bah?
3. Apakah bahasa Arab merupakan bahasa penguhuni surga?
4. Orang Muslim berkata bahwa Bani Israil mengadakan pesta pora ketika mereka membunuh seorang anak pengikut Isa Almasih, dan menggunakan darahnya untuk komuni, yang disiapkan oleh seorang Rabi. Dan bahwa para pengikut Isa Almasih mengadakan pesta pora ketika mereka membunuh seorang Bani Israil dan menggunakan darahnya untuk menyiapkan komuni. Apakah ini benar? More

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 85

Leave a comment

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 85

Mohamed: “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku; kepada siapakah aku takut? Tuhan adalah kekuatan hidupku; kepada siapakah aku takut? Ketika orang jahat datang kepadaku untuk memakan dagingku, musuh-musuh dan lawan-lawanku, mereka tersandung dan jatuh. Melalui tentara yang berkemah melawan aku, hatiku tidak takut; melalui perang yang menentang aku, dalamnya aku akan percaya. Satu hal yang aku inginkan dari Allah, yang akan aku cari: bahwa aku akan tinggal di rumah Allah di semua hari-hariku, untuk memandang keindahan Allah, dan untuk tinggal dalam rumahNya. Dalam masa kesusahan Ia akan menyembunyikan aku dalam rumahNya; di tempat rahasia dalam tabernakelnya Ia akan menyembunyikan aku; Ia akan menempati aku di batu tinggi.”(1)

Para pemirsa terkasih, inilah doa yang diangkat berabad-abad yang lalu oleh Nabi Daud. Kita mengulangnya sekarang, mengangkat hati kita kepada Allah seperti yang kita lakukan ini.
Kami menyambut semua orang yang menonton episode program ’Pertanyaan Mengenai Iman’. Kita juga menyambut tamu kita terhormat Bapak Pendeta Zakaria Botros. Selamat datang.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Dengan senang hati.

Mohamed: Kami telah menerima banyak surat dan kita telah memilih beberapa surat untuk kami bacakan kepada Anda. Surat ini datang dari Beirut, Lebanon.
“Kepada Saudara Mohamed,
Salam kepada Anda dan kepada Bapak Pendeta Zakaria. Saya ingin Anda tahu bahwa banyak pemirsa yang melihat Anda sebagai teladan dan petunjuk di jalan yang terang, kebenaran, dan hidup. More

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 84

Leave a comment

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 84

Mohamed: Selamat datang, para pemirsa terkasih, ke episode program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Kami juga menyambut tamu kami, Bapak Pendeta Zakaria Botros.”

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Mohamed: Kita telah menerima banyak surat dan kita telah memilih surat ini untuk dibacakan. Suratnya berkata:
“Kepada Saluran Al Hayat. Salam. Baru saja saya mulai menonton Al Hayat dan saluran ini telah sangat mempengaruhi saya. Hidup saya mulai berubah menjadi lebih baik. Sekarang saya sedang menghadapi kesusahan dan penyakit. Saya telah memberikan hidup saya kepada Isa Al-Masih dan saya percaya bahwa Ia-lah satu-satunya Jalan Keselamatan. Saya berharap untuk maju dalam kasih Isa Al-Masih dalam saya dan keluarga saya. Saya menonton program Anda dengan anak perempuan saya yang berumur 8 tahun, dan dia juga sudah terpengaruhi. Saya berharap ia akan bertumbuh dalam Isa Al-Masih dan ajaranNya. Mohon kirimkan saya buklet-buklet dan kaset yang Anda tawarkan mengenai Isa Al-Masih dan ajaranNya, supaya kami dapat belajar dan bertumbuh, dan menjadi berkemenangan dalam Isa Al-Masih, terutama anak perempuan saya satu-satunya. Mohon berdoa agar Isa Al-Masih senantiasa menyentuh hidup kami dan memikul beban dan masalah kami, supaya kami dapat memiliki kehidupan yang lebih baik di dalamNya.

Saudari terkasih, kami akan bersama-sama dengan Anda berdoa dan mengingatkan Anda akan perkataan Isa Al-Masih. Ia berkata, “Aku telah menuliskan engkau di telapak tanganKu.” Dan, “Bahkan jika seorang ibu melupakan anak yang disusuinya… Aku tidak akan pernah melupakan engkau.” Anda adalah seorang ibu dan Anda tidak akan pernah melupakan anak Anda. Ini janji Allah kepada Anda dan siapapun yang mencari Dia.
Surat lainnya mempunyai beberapa pertanyaan dan kita akan menanggapi pertanyaan yang ketiga. Penulis bertanya, “Mengapa Allah berkata dalam Al Qur’an sakral, ‘Engkaulah masyarakat terbaik yang telah diciptakan bagi umat manusia.’?” More

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 83

Leave a comment

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 83

Mohamed: Para pemirsa terkasih, selamat datang kembali ke program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Merupakan kehormatan untuk menerima tamu kita, Bapak Pendeta Zakaria Botros, bersama kita. Selamat datang.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Mohamed: Kita telah menerima banyak surat dan pada episode ini, kita akan membagikan beberapa surat dengan Anda. Satu dari Yordan – Amman, Yordan. Suratnya sebagai berikut:
“Dalam nama Allah, Maha Pengasih dan Maha Pengampun. Salam dan hormat. Kami sangat berterima kasih atas program yang indah ini. Program ini benar-benar membantu saya menyadari beberapa kebenaran atas agama kita yang benar.
Mohon menjawab pertanyaan-pertanyaan saya, karena saya bingung.

Pertanyaan pertama saya adalah: Mengapa kita meminta Allah untuk mengampuni Muhammad atas dosa-dosanya, yang dulu dan yang akan datang? Apakah Nabi berbuat dosa?
Pertanyaan kedua saya adalah: Kita berkata ‘Semoga doa Allah dan damai sejahteraNya beserta dia.’ Apa arti dari Allah berdoa bagi Muhammad? Mengapa kita meminta Allah berdoa bagi Muhammad?”
Ada banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Terima kasih saudariku. Kita tidak menyebutkan namanya karena kita khawatir atas orang-orang ini. More

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 82

1 Comment

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 82

Mohamed: Selamat datang, para pemirsa terkasih, ke episode ‘Pertanyaan mengenai Iman’. Kita juga menyambut tamu kita yang terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih banyak.

Mohamed: Sebelum kita memulai episode ini, saya ingin menyebutkan apa yang Isa Al-Masih katakan.
“Mengapa engkau memandang serbuk kayu yang terdapat pada mata saudaramu, tetapi balok kayu yang ada pada matamu sendiri tidak engkau sadari? Bagaimana engkau dapat berkata kepada saudaramu, ‘Biarlah aku mengeluarkan serbuk kayu itu dari matamu,’ padahal di matamu sendiri ada balok kayu?”

Selama beratus-ratus tahun, telah ada berbagai pertanyaan-pertanyaan dan tidak ada seorangpun yang cukup berani untuk menjawabnya. Di episode-episode ini, kita telah menjawab banyak pertanyaan bagi jutaan pikiran yang belum mendapatkan jawaban apapun juga. Kami menawarkan jawaban untuk menunjukkan kebenaran.
Allah berkata, “Kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Di episode terakhir, kita berbicara mengenai tuduhan palsu Sheikh Sha’rawy terhadap Kitab Suci dan Isa Al-Masih.
Bagaimana Anda menanggapi tuduhan-tuduhan ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebenarnya Sheikh Sha’rawy menggunakan kebebasan berbicaranya terlalu berlebihan. Ia duduk bersila di sofanya, di depan penontonnya dan bernyanyi. Ada sebuah kumpulan pidato-pidatonya dalam buku komentarnya. Sebagai pengganti komentar, ia menyebutnya pemikiran. Jadi ini adalah buku Sha’rawy. Saya hanya memilih satu ayat darinya, untuk menemukan pandangannya.

Mohamed: ‘Sha’rawy’s Commentary’ (Komentar Sha’rawy), Buku 8.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Komentar dan pemikirannya.

Mohamed: Ya, pemikirannya.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya akan berbicara secara khusus mengenai Surat ke 9 (At Touba), ayat 29, yang ia kutip di halaman 5020. Komentar apa yang ia buat mengenai Surat ini? Benar-benar belum pernah didengar. Dengarkan apa yang ia katakan. More

Older Entries