Parakletos Bukanlah Nubuat Kedatangan Roh Kudus

9 Comments

Sekarang kita berbicara tentang suatu topik yang sangat diyakini oleh Dr. Bucaille bahwa ayat-ayat Injil yang benar telah diselewengkan oleh tangan-tangan manusia Kristen. Ia memilih sasarannya terambil dari Kitab Yohanes pasal 14-16 dimana tercantum kata-kata bahwa sang “Parakletos” akan datang menggantikan Yesus di dunia ini (BQS hal 118-124). Orang Kristen tahu bahwa Parakletos itulah Roh Kudus yang dijanjikan. Namun Dr. Bucaille berusaha secara “ilmiah” untuk menbuktikan bahwa Parakletos ini bukan Roh melainkan manusia, dan itulah nubuat Alkitab yang “cocok” diperuntukkan bagi Muhammad. Ia memperingati para pembaca untuk berhati-hati menghadapi penulis-penulis Kristen yang sering bermain dengan bahasa yang bersifat apologetic (berdebat dengan berakrobat kata-kata) namun ternyata nanti menjadi bumerang balik untuk diri yang mengkritik.
Percakapan dan penghiburan Yesus kepada murid-muridNya saat-saat menjelang Ia ditangkap diistilahkan oleh Dr. Bucaille dengan “pidato”, pidato yang amat panjang, lalu segera ia mempertanyakan:
1. Mengapa riwayat perpisahan yang mengharukan dan mengandung soal-soal pokok dan perspektif hari depan yang begitu penting itu, kok hanya terdapat pada Injil Yahya dan tidak pada ke-3 Injil lainnya.
2. Apakah teks tersebut tadinya ada pada ke-3 Injil lainnya itu, tetapi kemudian sengaja dihilangkan?
3. Mengapa dihilangkan?
4. Tak bakalan ada jwaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. Rahasia tetap tersembunyi mengenai kekurangan yang sangat besar ini. More

Pembunuhan Politis-Pembantaian Yahudi

2 Comments

Medina tahun 622 ditempati oleh beberapa suku-suku Yahudi; yang besar adalah suku/bani Al-Nadir, Bani Qurayza dan Bani Qaynuqa. Juga ada penghuni Arab pagan yang terbagi menjadi dua klan (klan = kelompok yang lebih kecil di dalam suku), Klan Aws dan Khazraj. Kesetiaan Yahudi juga terbagi, Bani Nadir dan Qurayza yang berpihak pada klan Aws dan Qaynuqa yang berpihak pada Khazraj. Bertahun-tahun persaingan berdarah ini membuat kedua belah pihak letih dan khawatir. Muhammad muncul dalam keadaaan demikian pada September 622M. Tidak lama setelah kedatangannya, Muhammad membuat perjanjian semacam federasi antara kelompok-kelompok Medina dan kelompok baru yang datang dari Mekah. Dokumen ini dikenal sebagai Konstitusi Medina, berikut diambil dari Ibn Ishaq:

Rasul Auwloh menulis dokumen perjanjian antara orang Emigran (yakni muslim pengikut Muhammad yang datang dari Mekah) serta orang-orang Ansar (yakni mualaf dari Medina), dan dengan orang Yahudi, yang menetapkan agama dan kepemilikan orang Yahudi dan memberikan mereka hak-hak serta kewajiban-kewajibannya.

Menurut beberapa scholar terkenal[9], konstitusi ini menunjukkan bahwa dari awalpun Muhammad sudah punya maksud untuk melawan orang-orang Yahudi. Bagi Wellhausen, ini menunjukkan “ketidakpercayaan pada orang Yahudi”; sementara Wensinck percaya bahwa “Muhammad membuat konstitusi melulu hanya untuk menetralisasi pengaruh politis dari klan-klan Yahudi; dia menunda waktu sampai dia punya kesempatan untuk menaklukan mereka.” More

Ketika Aulloh Menipu Manusia

1 Comment

Terkait dengan Peringatan Kematian Yesus, beberapa waktu lalu penulis mendapati buku berjudul Memfitnah Yesus karya Dr Erwin Lutzer di toko buku Gramedia. Buku setebal 167 halaman yang diterbitkan oleh Light Publishing Jakarta ini adalah terjemahan dari edisi asli dalam bahasa Inggris Slandering Jesus.

Secara khusus, buku apologetika kristiani ini didedikasikan untuk memerangi berbagai pandangan teologi yang menentang doktrin Kristen tentang penyaliban, kematian dan ketuhanan Yesus Kristus. Dengan telak, Erwin menuding paham-paham tentang Yesus yang bertolak belakang dengan Kristen sebagai kebohongan.

Dalam bab II, secara khusus Erwin menghantam Al-Qur’an sebagai kebohongan, karena membantah penyaliban Yesus. Dalam judul “Kebohongan 2: Yesus Tidak Disalibkan.” Di bawah judul tersebut, ia mencantumkan terjemah Al-Qur’an surat An-Nisa’ 157” (hlm. 39). More

BEBERAPA CATATAN DARI ISRAEL

2 Comments

Oleh : Luthfi Assyaukani – Paramadina Mulia Jakarta

Sebelumnya maaf yah Pak Luthfi saya embat tulisan bapak tanpa meminta ijin terlebih dahulu.

Saya baru saja melakukan perjalanan ke Israel. Banyak hal berkesan yang saya dapatkan dari negeri itu, dari soal Kota Tua yang kecil namun penuh memori konflik dan darah, Tel Aviv yang cantik dan eksotis, hingga keramahan orang-orang Israel. Saya kira, siapapun yang menjalani pengalaman seperti saya akan mengubah pandangannya tentang Israel dan orang-orangnya.

Ketika transit di Singapura, seorang diplomat Israel mengatakan kepada saya bahwa orang-orang Israel senang informalities dan cenderung rileks dalam bergaul. Saya tak terlalu percaya dengan promosinya itu, karena yang muncul di benak saya adalah tank-tank Israel yang melindas anak-anak Palestina (seperti kerap ditayangkan oleh CNN and Aljazira). Tapi, sial, ucapan diplomat itu benar belaka. Dia bukan sedang berpromosi. Puluhan orang yang saya jumpai dari sekitar 15 lembaga yang berbeda menunjukkan bahwa orang-orang Israel memang senang dengan informalities dan cenderung bersahabat.

Saya masih ingat dalam sebuah dinner, seorang Rabbi mengeluarkan joke-joke terbaiknya tentang kegilaan orang Yahudi. Dia mengaku mengoleksi beberapa joke tapi kalah jauh dibandingkan Gus Dur yang katanya “more jewish than me.” Dalam jamuan lunch, seorang diplomat Israel berperilaku serupa, membuka hidangan dengan cerita jenaka tentang persaingan orang Yahudi dan orang Cina. More