Apakah Al Quran dari Tuhan + Bukti-bukti dari Pewahyuan (Ep 28)

6 Comments

Episode 28- Apakah Al Quran dari Tuhan + Bukti-bukti dari Pewahyuan

Muhammad:  Para penonton yang terkasih, selamat datang pada episode baru acara kita, “Pertanyaan-pertanyaan Tentang Iman” dengan senang hati kita sambut Bapak Pendeta Zakaria Botros. Selamat datang.

Bpk.Zakaria: Terima kasih

Muhammad: Pada episode sebelumnya kita telah berbicara tentang konsep pewahyuan dalam Kekristenan dan Islam. Pada episode ini, kita akan berbicara mengenai bukti-bukti pewahyuan dalam Kekristenan dan Islam. Bapak yang terkasih, kami menerima banyak pertanyaan dan kita akan memulai satu diantaranya. Apakah ada bukti yang meyakinkan tentang keaslian pengilhaman dalam Islam? Dan apa yang dikatakan dalam buku-buku Islam tentang itu?

Bpk. Zakaria: Tentu saja. Ini sebuah pertanyaan penting: bukti dari pengilhaman, karena diperlukan suatu bukti untuk membuktikan apakah ini Firman Tuhan atau bukan. Dalam Kekristenan, bukti dari keaslian Alkitab adalah– saya akan menceritakan sesuatu. Pada suatu waktu, seorang raja bertanya kepada salah satu menterinya yang adalah Kristen, seorang beriman, yang hidup untuk Tuhan. Raja tersebut bertanya kepadanya, “Apa bukti yang bisa kau berikan untuk membuktikan keaslian buku ini?” menteri tersebut menjawab, ”Saya memiliki dua bukti. Pertama adalah saya sendiri.” Raja bertanya, ”Bagaimana? Apa maksudmu dengan ‘saya’? Engkau bukti keaslian Alkitab?” menteri menjawab, ”Ya. Engkau tahu bagaimana aku hidup sebelumnya, betapa jahat dan tak bermoralnya aku dulu.  Anda tahu itu dengan jelas, dan anda juga tahu bagaimana saya diubahkan, bagaimana saya ditransformasi. Alkitab yang mengubahkan saya, dari serigala yang buas menjadi domba yang lembut. More

Konsep Pewahyuan dalam Kekristenan dan Islam (Ep 27)

Leave a comment

Episode 27. konsep pewahyuan dalam Kekristenan dan Islam

Muhammad : Pemirsa yang terkasih, selamat datang kembali pada program kita,”Pertanyaan-pertanyaan tentang Iman”.  Dan kami dengan senang menyambut tamu kita yang terhormat, Bapak Zacharia Botros.  Selamat datang.

Bpk. Zack: Terima kasih

Muhammad : Pemirsa yang terkasih, Tuhan Yesus Kristus berkata,” Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi“.   Kita telah bicarakan bagian dari firman Tuhan ini sebelumnya, dan juga tentang pencabutan perjanjian.  Kita telah tetapkan bahwa tidak dilarang untuk menanyakan tentang agama.  Maka pada episode ini, kita akan melanjutkan pembicaraan ini dan berdiskusi tentang topik pewahyuan.  Salah satu dari pertanyaan yang kami terima berkata, ”Bagaiman konsep pewahyuan dalam kekristenan, dan bagaimana itu terjadi?”

Bpk.Zach: Baiklah, pewahyuan dalam kekristenan, Alkitab mengatakan: ”Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Konsep pewahyuan dalam kekristenan adalah Tuhan membicarakan sebuah tujuan kudus yang bermakna melalui komunikasi spiritual antara nabi dan Tuhan.  Jadi Roh Kudus, sebagaimana kita percayai, adalah Roh Tuhan.  Roh Kudus atau Roh Tuhan menanamkan maksud dan gagasan, sebagaimana esensi dari subyek itu ke dalam roh manusia.  Kemudian penerima dapat bergumul akan hal tersebut, mengidentifikasi dan bersatu dengan mereka sebagaimana mereka hidup.   More

Kesimpulan dari Pencabutan Perjanjian (Ep 26)

2 Comments

Episode 26. Kesimpulan dari pencabutan perjanjian

Mohamed: Penonton yang terkasih, senang bertemu lagi dengan anda di acara kita “Pertanyaan – pertanyaan tentang Iman”, dan juga senang dengan adanya tamu terhormat kita Bapak  Zacharia Botros, selamat datang Pak Pendeta.

F.Zach: Terima kasih

Mohamed: Para penonton, sebelumnya kita telah berbicara tentang pencabutan perjanjian. Dan di episode ini juga kita akan berbicara mengenai isu lain seputar pencabutan perjanjian.  Namun sebelum dimulai ada sesuatu yang saya ingin bagikan dari hati saya. Sesuatu dari dalam hati saya untuk dibagikan dan dibicarakan dari hati ke hati, jiwa ke jiwa, dan roh ke roh. Saya mendengar definisi seorang Muslim adalah seseorang yang dari perbuatan dan perkataannya orang lain menjadi selamat. Tetapi saya percaya bahwa seorang Muslim yang benar adalah seseorang yang telah menyerahkan hidup, hati dan jiwanya kepada Allah yang Maha Tinggi untuk mentaati dan menyenangkan-Nya. Perkataan ini datang dari hatiku, ini adalah kesaksianku dan kesaksian banyak orang lain juga. Sebagai seorang anak yang boros dan kemudian kembali kepada ayahnya, setelah beberapa tahun dalam khayalan, pengasingan dan kebingungan, Ismail kembali ke pelukan ayahnya, Abraham, yang tentangnya Alkitab berkata, “dia menjadi percaya dan oleh karena itu imannya diperhitungkan sebagai kebenaran”. Saat ini Ismail kembali ke pelukan Yesus Kristus, yang telah ada sebelum Abraham, ayahnya, atau dapat dikatakan sebelum dunia dibentuk. Benar, ya Allahku dan Juru selamatku, Kau datang untuk mengajar kepenuhan yang baik kepada yang miskin, kesembuhan untuk yang hancur hati, mewujudkan kemerdekaan kepada yang terikat dan kebebasan kepada yang tertindas. Kelegaan kepada yang menangis, memberikan keindahan kepada abu dan hiburan pada mereka yang berkabung. More

Ep 25

Leave a comment

Episode 25

Pembawa Acara :  Pemirsa terkasih, selamat datang lagi pada acara kami, “Questions about Faith”, saya akan memulai acara ini dengan mengutip apa yang nabi Daud katakan, kiranya damai sejahtera Allah ada atasnya, sudah dikatakan, “Mata Tuhan ada pada orang benar, dan telingaNya terbuka untuk seruan mereka.” Saya berdoa, meminta dan permohonan saya adalah, saat ini, “Tuhan, biarlah terang wajahMu menyinari kami dan tolonglah kami untuk mengenal kebenaran, karena kami tahu Engkau Maha Esa, Maha Mengetahui dan Maha Hadir.” Selamat datang kepada tamu kehormatan kita, Bapak Pendeta Zakaria. Terima kasih sudah ada bersama-sama dengan kami, dan sudah menerima banyak sekali pertanyaan-pertanyaan saat ini dan ini akan menjadi episode terakhir dari pembahasan tentang issue penarikan kembali dalam Qur’an. Pertanyaan yang sudah seringkali diulang-ulang selama ini adalah, “Apakah bahayanya  penarikan kembali terhadap Qur’an dan demikian pula dengan Islam?”

Bpk. Zakaria : Saya percaya ini adalah perkara penting. Karena saya sudah bertemu secara pribadi dengan beberapa orang Muslim terkasih dan memulai dialog dengan mereka tentang issue ini, tapi respon mereka tidak berbeda. Mereka katakan, “Ini adalah sebuah issue yang tidak berarti, tidak berarti sama sekali dalam Islam atau Qur’an.” Bagaimana bisa anda katakan tidak berarti? Saya pribadi berpikir bahwa ini adalah issue yang sangat penting, teramat serius, saya sendiri tahu paling tidak 5 bahaya issue ini terhadap Qur’an dan Islam. Bahaya pertama adalah: kontradiksi antara ide penarikan kembali; penggantian dan penghapusan dengan pengetahuan awal Allah. Allah tahu kejadian-kejadian sebelum terjadi, tapi jika Allah tetap merubah firmanNya setiap kali, tidakkah Dia tahu sejak permulaan bagaimana akhir dari segala sesuatu? Dan kemudian Dia akan mengatakan pada mereka begitu hal itu terjadi. Jadi untuk berbicara tentang Allah, saat ini dan nanti Dia merubah firmanNya, dan menarik kembali firman-firman yang terdahulu dan menggantinya dengan firman yang baru … More

Penarikan Kembali Ayat-Ayat Quran (Ep 24)

Leave a comment

Episode 24

(sambungan 4 + ayat-ayat yang tidak ada)

Pembawa Acara : Pemirsa terkasih, selamat datang sekali lagi di episode kami yang baru dalam acara “Questions about Faith.” Pada episode terdahulu, kami berbicara tentang menarik kembali dan ayat-aya yang ditarik kembali. Saya ingin menyebutkan sebuah ayat dari Quran, yang sudah saya baca dalam salah satu Surah, Surah 12, Yunes ayat 94 yang berbunyi, “Jikalau kamu ragu mengenai apa yang telah kami turunkan kepadamu maka bertanyalah kepada mereka yang sudah membaca Buku/Kitab sebelum kamu, kebenaran sudah datang kepadamu dari Tuhanmu, jadi janganlah menjadi orang yang bimbang” Dan selamat datang kepada Bapak Pendeta Zakaria Botros, tamu kita yang sudah ada bersama-sama dengan kita. Silahkan Bapak memberikan ringkasan kepada kita mengenai topic penarikan kembali sekali lagi, agar kita bisa melanjutkan topik ini.

Bpk. Zakaria : Penarikan kembali di dalam Qur’an berarti sebuah pemindahan (penggantian) aturan-aturan dari ayat-ayat tertentu, dan bukan hanya aturan semata, tapi hal-hal yang lain juga, seperti penghapusan, penggantian dan alterasi/peralihan seperti yang telah kita saksikan di episode-episode terdahulu. Ya, dan kita berhenti pada bahasan kita tentang jenis-jenis dari penarikan kembali, seperti yang ditetapkan oleh cendikiawan-cendikiawan penarikan kembali di Islam. Kami sudah katakan bahwa mereka terdiri dari 3 kategori. Yang pertama adalah penarikan kembali huruf atau tulisan dari sebuah ayat, tetapi aturannya tetap berpengaruh. Apa artinya “tulisan”? Artinya teks dari ayat itu sendiri, firman yang tertulis dalam Qur’an, teksnya sudah ditarik kembali, kita bisa bilang sudah tidak ada lagi di Qur’an. Sudah dibatalkan, tetapi aturannya masih ada. More

DUA HADIAH TAK TERNILAI – Gratis untuk Anda!!!

2 Comments

Sebagai hadiah tutup tahun 2010, kami mau membagikan dua buah lukisan-langka secara on-line, tanpa pamrih

(A). Lukisan wajah nabi Muhammad remaja
Dilukis oleh seorang pelukis Muslim terkenal yang tinggal di Iran. Pelukis menjual gambarnya on-line, dan sebagian Muslim marah karena lukisan tersebut dianggap menghujat Nabi. Namun sebagian lainnya menganggap itu bukan penghinaan, karena remaja Muhammad hanyalah remaja biasa, ia belum didatangi malaikat Jibril yang menurunkan wahyu Allah, sehingga ia belumlah seorang nabi disaat tersebut.

(B). Lukisan nabi Muhammad sedang bergandengan tangan dengan para nabi lainnya

Nabi Muhammad bergandengan dengan Krisna (?) dan Kong Hu Cu, yang bergandengan dengan Yesus, Budha, Socrates, dan Lao-Tzu. Ini mungkin ingin merepresentasikan pernyataan nabi Muhammad bahwa Allah menempatkan 124.000 nabi yang tersebar disetiap bangsa. Sekaligus menggambarkan sebuah “religious harmony” yang paling diimpikan dunia. Siapa yang akan keberatan?

KETENTUAN REQUEST: Setiap orang yang meminta lukisan-langka ini harus menyampaikan permohonannya dengan mengirimkan komentar bebas yang ditujukan ke: gift.tutuptahun@gmail.com
Komentar bebasnya terhadap keterangan lukisan (A) dan (B) di atas, maximum @ 120 kata.
Note: Tawaran ditutup akhir tahun 2010. Hadiah akan dikirim di awal tahun baru.

Ketika Manusia Mempertanyakan Sang Pencipta (Ep 23)

Leave a comment

Episode 23

Muhammad : Pemirsa terkasih selamat datang sekali lagi pada episode baru dalam acara kami “Pertanyaan tentang iman”. Dan ada bersama-sama dengan kita tamu kerhormatan Bapak pendeta Zakaria Botros. Selamat datang Pak. Kali ini kami menerima begitu banyak pertanyaan, namun apa yang akan kami lakukan adalah melanjutkan menjawab pertanyaan termasuk pertanyaan di episode terdahulu. Dapatkah manusia bertanya dan ingin tahu berkata, “Mengapa Allah Engkau telah melakukan ini dan itu?”

Bpk. Zakaria : Tentu saja, manusia dapat bertanya kepada Allah, “Allah, mengapa Engkau lakukan ini?” Bukan untuk keberatan atau protes, tapi untuk mencari pengetahuan. Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang berakal budi dan manusia berhak untuk tahu. Allah tidak akan menciptakan intelektual dan kemudian menghentikannnya. Akal budi harus berpikir, ini adalah isu yang kita hadapi. Orang-orang kolot dan berpikiran tertutup mengambil segala sesuatu begitu saja, sederhana sekali tidak berdebat. Allah sudah mengatakan demikian, itu saja. Tidak berpikir “Kamu tidak seharusnya bertanya tentang hal-hal yang mereka nyatakan kepadamu, itu akan melukai atau menyerangmu.”

Muhammad : Maksud Bapak itu diperbolehkan untuk manusia bertanya kepada Allah, untuk mencari pengetahuan? More

Older Entries