Antoine: Selamat datang, tamu kehormatan kami, di episode baru “Pertanyaan Mengenai Iman”. Juga kepada tamu kehormatan Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Dengan senang hati.

Antoine: Kami juga berterima kasih kepada semua teman-teman yang telah menulis surat kepada kami akhir-akhir ini. Dari ini semua, kami akan membacakan 2 surat. Kami menerima surat pertama dari Norwegia. Ditujukan kepada keluarga besar program “Pertanyaan Mengenai Iman”. Suratnya berisi: “Salam sepenuh hati dari hati yang terdalam. Saya berterima kasih untuk program yang sangat menarik dan penting ini. Saya percaya setiap orang yang berpendidikan, rasional, dan logis akan mempertanyakan iman dan agama, untuk menemukan mana yang paling dekat dengan logika dan kemanusiaan. Ini hanyalah sifat dasar kita: Manusia mempunyai akal dan rasa ingin tahu. Ia akan mencoba untuk mencari kebenaran, atau setidaknya bagian dari itu, seperti yang terjadi dengan saya. Saya berpendidikan akademis. Saya tidak mengambil sesuatu apa adanya, tetapi mempelajarinya dan membuktikan apakah itu benar. Sekali lagi, saya berterima kasih atas program ini, dimana Anda menawarkan hal-hal yang baru.” Kami berterima kasih, saudaraku. Kami menantang seluruh pemirsa untuk menulis kepada kami. Kami mau mengunjungi Anda secara pribadi dan mengirimkan bacaan-bacaan, terutama Kitab Suci. Bicara mengenai Kitab Suci, saya teringat akan sebuah ayat di Kisah Para Rasul, dimana Rasul Pa’ul sampai di sebuah kota bernama Berea, saat ia berkata, “Sekarang disinilah orang-orang yang lebih luhur dibandingkan orang-orang Tesalonika, karena mereka telah menerima berita baik dengan keinginan yang menggebu-gebu, mempelajari Kitab Suci setiap hari untuk melihat apakah hal itu seperti adanya.” Apa pendapat Anda? More