Pertanyaan Mengenai Iman Episode 80

Leave a comment

Antoine: Selamat datang, para pemirsa terhormat, ke episode terbaru dari program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Kita juga menyambut tamu kita yang terhormat, Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Kami berterima kasih kepada semua teman-teman dan para pemirsa yang telah menulis kepada kami. Hari ini saya akan membacakan bagi Anda sebuah surat yang kami terima dari Algeria.
Setelah ucapan salam, tertulis:
“Saya ketagihan menonton program Anda setiap hari. Program ini memberikan definisi yang kaya atas ajaran Isa Al-Masih. Saya menonton semua program-programnya di saluran Al Hayat. Saya menyukai program Pendeta Zakaria. Ia terlihat seperti orang Mesir. Saya menyukai orang tua ini karena pemikirannya yang luas. Beliau membahas isu-isu yang terkait dengan agama Islam dan programnya sangat menarik dan menyenangkan. Beliau menawarkan kepada para pemirsanya informasi yang mendalam mengenai ajaran Isa Al-Masih.
Seharusnya saya menyebutkan bahwa saya adalah seorang Muslim dari Algeria dan saya tertarik untuk mempelajari ajaran Isa Al-Masih karena saya telah sangat tidak tahu. Itulah mengapa saya ingin agar saluran Al Hayat dapat mengirimkan sebuah Kitab Suci dan beberapa buku-buku Anda kepada saya.”
Kami akan dengan senang hati menanggapi permintaan seperti ini dan saya rasa sebuah Kitab Suci sudah dikirimkan kepadanya
Kami mohon Allah memberkatinya dan memberikan ia kesempatan untuk merasakan anugerah dan damai sejahteraNya.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya juga berterima kasih atas cinta kasihnya. Terima kasih temanku terkasih. Semoga Allah membantu Anda dan menguatkan Anda. Kita akan berdoa bagi Anda. Semoga Allah memberkati hidup Anda. Terima kasih.

Antoine: Terima kasih. Di episode sebleumnya, Anda berbicara mengenai Hadis dan kita telah mendengar bahwa banyak Hadis-Hadis yang dipertanyakan. Apakah Anda menerima reaksi dari Al Azhar? Apakah mereka memberikan sebuah pendapat?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tidak, tetapi inilah yang ingin kita capai.
Akhir-akhir ini saya membaca sebuah artikel di internet. Di El Ahram, tanggal 30 Nopember 2002. Berjudul ‘The Cancer of Jewish Elements in the Al Qur’an and Hadith Commentaries’ (Kanker dari Elemen Israel dalam Al Qur’an dan Hadis). Ditulis oleh Mohamed Abdel Khaleq dan ia memberikan sebuah tayangan rinci mengenai usaha-usaha Al Azhar untuk menyucikan warisan Islam. Saya akan mencoba merangkum artikelnya. More

Advertisements

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 79

Leave a comment

Antoine: Selamat datang, para pemirsa terhormat, di episode baru program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Kita juga menyambut tamu kehormatan kita, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Seperti biasa, kita telah menerima banyak surat. Hari ini saya telah memilih sebuah surat pendek dari seorang saudara, yang berkata:
“Mohon kirimkan saya sebuah salinan Kitab Injil Barnabas yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Arab oleh Dr. Khairy Sa’ada.”
Sebenarnya, kita tidak dapat memenuhi permintaan Anda. Banyak orang yang minta buku-buku yang sebenarnya dapat didapat di toko-toko buku dengan harga murah. Kita hanya dapat menyediakan Kitab Suci atau buku-buku yang berisi kesaksian mengenai bagaimana orang menerima keselamatan, supaya para pemirsa dapat merasakan keselamatan dan menerima kehidupan kekal.
Akan tetapi, kami mengundang para pemirsa untuk menulis kepada kami dan memberitahu kepada kami apa pendapat mereka mengenai program kita ini. Banyak teman-teman yang menulis kepada Anda secara pribadi, Pak Pendeta.
Di episode terakhir, Anda menyebutkan bahwa beberapa orang yang mempunyai pemikiran yang hebat dan kebebasan untuk menulis artikel dimana mereka mengutarakan pemikiran mereka itu. Saya tidak tahu apakah Al Azhar telah memberikan tanggapan terhadap artikel-artikel mereka.
Saya percaya Anda telah membaca suatu hal yang baru dan ingin membagikannya dengan kita hari.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Orang-orang yang telah mendapatkan penerangan menulis berbagai hal. Mereka menjadi berani dalam menulis dan saya merasa bahwa Al Azhar…
Untuk alasan itu, saya ingin menarik perhatian Al Azhar terhadap artikel yang saya baca, kalau saja mereka belum melihatnya. Artikelnya ada di internet. Jika mereka menontonnya di saluran ini, mungkin dapat menarik perhatian mereka dan membuat mereka memberikan tanggapan. Dengan tidak menanggapi artikel tersebut akan merugikan Al Azhar sendiri. More