Antoine: Selamat datang, para pemirsa terhormat, di episode baru program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Kita juga menyambut tamu kehormatan kita, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Antoine: Seperti biasa, kita telah menerima banyak surat. Hari ini saya telah memilih sebuah surat pendek dari seorang saudara, yang berkata:
“Mohon kirimkan saya sebuah salinan Kitab Injil Barnabas yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Arab oleh Dr. Khairy Sa’ada.”
Sebenarnya, kita tidak dapat memenuhi permintaan Anda. Banyak orang yang minta buku-buku yang sebenarnya dapat didapat di toko-toko buku dengan harga murah. Kita hanya dapat menyediakan Kitab Suci atau buku-buku yang berisi kesaksian mengenai bagaimana orang menerima keselamatan, supaya para pemirsa dapat merasakan keselamatan dan menerima kehidupan kekal.
Akan tetapi, kami mengundang para pemirsa untuk menulis kepada kami dan memberitahu kepada kami apa pendapat mereka mengenai program kita ini. Banyak teman-teman yang menulis kepada Anda secara pribadi, Pak Pendeta.
Di episode terakhir, Anda menyebutkan bahwa beberapa orang yang mempunyai pemikiran yang hebat dan kebebasan untuk menulis artikel dimana mereka mengutarakan pemikiran mereka itu. Saya tidak tahu apakah Al Azhar telah memberikan tanggapan terhadap artikel-artikel mereka.
Saya percaya Anda telah membaca suatu hal yang baru dan ingin membagikannya dengan kita hari.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Orang-orang yang telah mendapatkan penerangan menulis berbagai hal. Mereka menjadi berani dalam menulis dan saya merasa bahwa Al Azhar…
Untuk alasan itu, saya ingin menarik perhatian Al Azhar terhadap artikel yang saya baca, kalau saja mereka belum melihatnya. Artikelnya ada di internet. Jika mereka menontonnya di saluran ini, mungkin dapat menarik perhatian mereka dan membuat mereka memberikan tanggapan. Dengan tidak menanggapi artikel tersebut akan merugikan Al Azhar sendiri.
Artikel ini ditulis oleh Kamel El Sa’doon dan ia seorang Muslim yang liberal. Artikelnya, di bagian ‘Modern Discussion’ (Diskusi moderen), dapat ditemukan di internet, di http://www.rezgar.com tanggal 23 September 2004. Saya telah melihat materi ini. Artikelnya berjudul ‘Mohamed’s Hadiths. Are they fit to be a conduct or religious reference?’ (Hadis Muhammad. Apakah Pantas Menjadi Aturan atau Referensi Agama?).
Saya sangat berharap bahwa Al Azhar telah memberikan tanggapan atas artikel ini, tetapi sejauh yang saya tahu, mereka belum melakukannya sampai sekarang. Itulah mengapa saya mengangkat isu ini. Jangan berpikir bahwa saya menyerang Islam dengan mengangkat artikel ini. Ini hanya untuk informasi bagi mereka, supaya para spesialis yang seharusnya mempunyai pandangan mengambil tindakan. Kebisuan mereka berarti bahwa mereka menyetujui.
Apa yang dikatakan Sa’doon?
“Al Qur’an dan Tradisi Muhammad dianggap sebagai referensi utama Islam… – Benar. – …berdasarkan nasihat Muhammad.”
Ia meneruskan dengan berkata, “Al Qur’an, yang seharusnya merupakan perkataan Allah, tampil membingungkan, bertentangan, dan tidak beraturan. Al Qur’an telah membatalkan dirinya sendiri dan penuh dengan kebingungan. Tidak ada sistem penyajian dan adanya kecurangan antara hal-hal pribadi sang Rasul, istri-istrinya, dan apa yang umum.
Al Qur’an penuh dengan cerita-cerita dan mitos-mitos tua, disalin dengan tidak jujur dari gulungan-gulungan milik orang Israil.”
Sebuah artikel yang nekad dan penuh kata-kata yang keras!

Antoine: Mungkin mereka akan mengambil kesempatan untuk menjawabnya. Orang akan pergi ke internet dan menemukannya.
Ini yang ia katakan mengenai Al Qur’an. Apakah ia mengatakan hal lainnya mengenai Hadis Rasul dan Sunna?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya. Sebenarnya ia berkata, “Sunna adalah bencana terbesar.” Kemudian ia meneruskan dengan berkata, “Walaupun pemurnian yang banyak dilakukan oleh cucu-cucu dan biografernya, Muhammad bukanlah seorang yang halus, rohani, serta tidak berdosa seperti yang mereka gambarkan. Ia bukan orang yang tidak berdosa atau penuh omong kosong, hawa nafsu, rakus dan agresif… – kata-kata yang keras. – …Ia seorang politikus yang pandai dan sungguh-sungguh tenggelam dalam keduniawiannya. Dalam komunikasinya dengan Allah dan sesama, kemunafikan dan kepribadian, ambisi politik serta komersial telah menang. Selama masa hidupnya, ia tidak menunjukkan kemampuan rohani, keajaiban atau mujizat, maupun kesaktian yang dapat mengesahkan pernyataannya sendiri bahwa ia berkomunikasi dengan Allah dan menerima pesan-pesan dariNya.”
Komentar yang amat sangat keras.

Antoine: Apakah Sa’doon mendefinisikan Sunna?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ia melakukannya. Ia berkata, “Sunna adalah biografi Muhammad; perbuatan baik dan kata-katanya yang ia perintahkan kepada kita untuk kita turuti dan salin, dalam perkataan dan perbuatan baik. Kenyataannya hal ini tidak benar, praktis, layak, maupun berbelas kasihan.” Ia meneruskan dengan berkata, “Sebagai tambahan, tidak ada kesakralan dalam hidupnya telah membuatnya tidak kudus. Oleh karena itu, orang tidak diwajibkan untuk mengikutinya dalam cara apapun, karena jika seseorang tidak tulus, bagaimana perkataannya dapat benar dan dipercaya.”
Sangat keras.
Al Azhar tidak boleh tetap berdiam diri atas hal ini. Mereka harus memberikan tanggapan. Orang ini dengan terbuka menyatakan pendapatnya, apapun itu. Mereka harus membalasnya.

Antoine: Ada hal-hal yang dapat menyakitkan hati para pemirsa. Sebuah jawaban akan bermanfaat.
Apakah Sa’doon mendasari artikelnya ini dengan tulisan-tulisan mengenai kejadian-kejadian sejarah, atau hanya sekedar tuduhan?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Dalam artikel yang sama, Sa’doon berkata, “Saya tidak akan menyajikan perkataan-perkataan yang banyak, yang kami dapatkan dari perempuan yang kemerah-merahan.” Maksudnya adalah ‘Aisha. Mereka berkata ia berwarna kemerahan atau rambutnya berwarna merah.
Ia membuat komentar, “Saya tidak tahu bagaimana seorang perempuan kemerah-merahan, yang lebih muda dari seorang anak belasan tahun, dapat menjadi pembawa banyak perkataan dan perbuatan baik yang setia.”
Ia meneruskan dengan berkata, “Merupakan hal yang memadai untuk mengatakan bahwa sebuah Hadis yang dipasangkan dengan sebuah tindakan yang sangat dangkal diantara perbuatan baik orang tersebut. Di Sahih Muslim, sang Rasul berkata, ‘Jika ada dari kamu melihat seorang perempuan yang kamu suka, biarkan ia mendatangi istrinya karena istrinya itu mempunyai hal yang sama dengan yang dimiliki perempuan tersebut.’” Artinya bahwa istrinya mempunyai apa yang dimiliki oleh perempuan yang diingini suaminya.

Antoine: Apa artinya?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ia menceritakan seluruh kisahnya. Ia berkata, “Cerita dibalik Hadis ini adalah pada suatu malam, saat sang Rasul sedang berjalan, ia melihat seorang perempuan cantik. Laki-laki ini, yang berumur 50 atau 60 tahun, mempunyai darah yang mengalir ke anggota badannya… – Ini berbicara mengenai Muhammad. – …di anggota badan dan organnya. Wajahnya menjadi merah dan hijau, dan ia mulai berkeringat, sehingga ia lari ke rumahnya, atau ke rumah terdekatnya, yaitu rumah Zeinab, istrinya. Setelah hampir seperempat jam, ia keluar dari rumahnya dan lari ke mesjid untuk memberitahu kami, orang-orang tua dan ahli-ahli hukum, apa yang ia ingin kita turuti dan lakukan dengan senang hati, dengan iman dan ambisi. Karena sang pengarang adalah sang Rasul yang maha pengasih, Muhammad, dan perkataannya adalah, ‘Jika ada diantara kamu melihat seorang perempuan yang ia sukai, biarkan ia mendatangi istrinya, karena istrinya mempunyai hal yang sama dengan perempuan tersebut.’”
Sa’doon membuat komentar, “Bayangkan, pembaca terkasih, berjalan bersama dengan Muhammad di satu malam, dan ngobrol bersama mengenai agama, dunia, dan perilaku baik. Kemudian lewat di depan Anda sebuah keindahan dengan pinggang berlikuk dan kaki yang indah… – penjelasan yang banyak disini. – …Teman Anda merasakan panasnya jadi ia segera berpamitan dan meminta Anda menunggu baginya sampai ia selesai menumpahkan miliknya di rumah Zeinab. Ketika ia kembali seperempat jam kemudian, ia memberitahu Anda untuk melakukan hal yang sama, jika melihat perempuan yang sangat cantik.”
Kemudian ia membuat komentar yang sangat keras, dengan mengatakan, “Dapatkah Anda mempercayi seorang laki-laki tua, berumur limapuluhan, dan mempunyak banyak istri, mengambil kesenangan dalam berbagai perjumpaan emosi dan seksual yang hanya dapat dinikmati di masa itu oleh raja-raja, benar-benar dikirim oleh Allah dan diminta untuk menyampaikan pesan Allah dan membangun sebuah masyarakat berdasarkan kemurahan hati, keadilan, kedamaian, dan kasih? Dan selain itu, ia mempunyai fisik dan jiwa yang penuh hawa nafsu, yang tersulut dalam waktu beberapa detik serta mengalahkan kecenderungannya yang bijaksana, sampai ia pulang ke rumah dan memperkosa istrinya. Kemudian, setelah ia menurunkan keinginannya, ia keluar dan muncul sebagai orang yang bijaksana, memerintahkan kita untuk berperilaku baik!”

Antoine: Sangat aneh.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Bahasa yang sangat keras.

Antoine: Keras.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sangat mengerikan.

Antoine: Jadi tidak seorangpun dari Al Azhar yang memberikan tanggapan terhadap ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tampaknya kebisuan Al Azhar mendorong dia untuk bertindak lebih jauh, karena ia berkata, “Saya bersumpah bahwa jika ia adalah ayahku dan meningalkan saya di tengah hari untuk berhubungan seksual dengan ibuku, ia akan kehilangan rasa hormatku dalam sekejap, dan saya tidak akan pernah dapat mempercayai apapun yang ia katakan setelah perilaku yang penuh hawa nafsu dan dangkal ini.”
Tentu saja, hal ini sangat sulit.
Ia meneruskan, “Bagaimana ini dapat terjadi? Ayahku… – ayah aslinya. – …menghabiskan banyak tahun-tahun di penjara, dan ketika ia keluar, ia pergi mencari teman-teman lamanya sebelum ia datang dan berhubungan seksual dengan ibuku.”
Ia tidak mengamati perasaan orang-orang Muslim, dan terus menuliskan kebenaran seperti yang ia lihat.
“Jika Muhammad, yang mengaku sebagai seorang Rasul, benar-benar saleh dan mempunyai panggilan yang ia percayai, ia akan menjadi seorang yang mempunyai rohani tinggi, jiwa luhur, kuat, sabar, dan mampu mengatasi godaan. Mengapa ia tidak mampu, jika keinginan tidak mampu menang atas manusia yang kurang angkuh dan berprestasi besar? Ada puluhan atau bahkan ratusan orang Muslim, pengikut Isa Al-Masih, orang Budha, orang Hindu dan pengikut mistik Zoroastrian.”
Ia mengambil contoh dari Ghandi, dengan mengatakan, “Sekarang, lihatlah Ghandi, manusia hebat dan pemuja berhala Hindu, seperti yang rohaniwan-rohaniwan salah kita menyebutnya. Ghandi tidur di ranjang yang sama dengan istrinya selama hampir 36 tahun, dan tidak pernah muncul dalam pikirannya untuk membuka bajunya dan melepaskan keinginannya. Cinta rohani yang mengikat mereka bersama-sama lebih tinggi dan lebih besar daripada cinta yang Muhammad terima dari semua istrinya. Istri Ghandi hanya satu, sangat setia kepadanya sampai akhir hayatnya. Mengapa? Karena suaminya sedang sibuk membebaskan negaranya dari kolonisasi Inggris. Diluar kebenaran dari kasusnya, ia tidak pernah mengangkat tongkat di muka orang-orang Inggris maupun menumpahkan darah, dalam berjuang mencapai tujuannya. Dalam pengajarannya, ia tidak pernah memerintahkan orang untuk melakukan jihad atau membunuh orang. Ia tidak pernah membicarakan seks, makanan, arak, ataupun gundik. Ia menyibukkan dirinya dengan tujuan yang lebih mulia dan agamanya menjunjung kesucian dan kerohanian, yang tidak ada di agama Muhammad. Pribadi dan asuhannya jauh lebih mulia dan unggul dibandingkan Muhammad.”
Saya rasa, ini sangat berani… sangat berani.

Antoine: Apakah orang ini seorang Muslim? Ia benar-benar telah menyakiti hati mereka. Anda menyebutkan bahwa ia membaca Kitab Suci dan memberikan komentar juga?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tentu saja. Ia tentu saja telah menyakiti hati orang-orang Muslim, sehubungan dengan seseorang yang paling mereka sayangi, Rasul agama mereka. Akan tetapi, yang lebih menyakiti hati para Muslim adalah kegagalan Al Azhar untuk menjawab dengan bukti-bukti yang meyakinkan dan objektif. Jawaban umum tidak menyembuhkan luka.
Ijinkan saya meneruskan artikel radikal ini.
Sa’doon terus membandingkan Muhammad dengan orang-orang lain dari agama-agama lain. Ia berbicara mengenai Isa Al-Masih, dengan berkata, “Isa Al-Masih disertai dengan tanda-tanda ajaib atau mujizat dari sejak kelahirannya. Isa Al-Masih mengajarkan cinta kasih dan cinta kasih saja. Isa Al-Masih berbelas kasihan kepada seorang perempuan berdosa dan menghentikan perempuan itu dari pelemparan batu, dengan berkata, ‘Siapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang mula-mula melemparkan batu kepada perempuan itu.’ Perkataan orang-orang ini disertai dengan tindakan-tindakan mulia, jauh dari kedangkalan, kebobrokan, dan kelemahan. Kata-kata mereka dapat dipercaya dan kita dapat dengan aman mengikutinya.”
Kemudian ia menambahkan, “Tetap perkataan dan perbuatan Muhammad mempunyai perbedaan yang besar diantaranya. Bahasanya mengenai laki-laki dan perempuan serta hubungan pernikahan antar manusia, menunjukkan seberapa buruk hatinya dan seberapa bobrok dan agresif pribadinya. Bukankah ia yang berkata, ‘Tidak ada seorang laki-laki dan perempuan datang bersama, kecuali setan menjadi yang ketiga.’?”
Kemudian ia mengakhirinya dengan berkata, “Lihat, betapa Muhammad seorang seks maniak. Orang ini mencuri hampir 1.000 tahun dari kehidupan manusia dengan cara yang sakit, salah, brutal, dan diputar-balikan.”
Ini bahasa yang sangat serius dan keras. Apakah Anda mengikuti?
Saya mengutipnya untuk menyerahkannya ke badan yang resmi, Al Azhar, supaya mereka mengambil tindakan dan menyediakan jawaban yang meyakinkan dan pasti.

Antoine: Diluar apa yang telah Sa’doon katakan, menurut Anda, mengapa Islam dapat tersebar? Kita tahu banyak orang Muslim tidak tahu apa yang Muhammad telah lakukan kepada orang lain. Bukankah begitu?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebenarnya, pertanyaan yang baru saja Anda ajukan mengenai bagaimana Islam dapat tersebar setelah semua ini, sering ditanyakan di ruang ngobrol Paltalk di internet. Sering ditanyakan.
Saya secara pribadi ingin mengatakan, dengan pandangan yang sangat adil dan benar, bahwa Islam, seperti yang dicatat oleh Ensiklopedia Islam, Al Qur’an dan Hadis, telah disebarkan dengan pedang. Pedang memainkan peranan yang penting dalam penyebaran agama Islam ketika pertama kali muncul, dan sekarang ini dalam mempertahankan Islam. Islam mengunakan jihad sebagai dasar untuk menyebarkan agama Islam. Sangat jelas di Ensiklopedia, bagian 11, halaman 3245. Dikatakan, “Penyebaran Islam dengan pedang merupakan kewajiban bersama seluruh Muslim.” Jadi Islam disebarkan dengan pedang.
Yang kedua adalah hukuman atas kemurtadan. Penghakiman atas kemurtadan dengan membunuh orang Muslim yang meninggalkan Islam merupakan faktor terbesar yang menteror setiap Muslim. Mereka takut untuk memikirkan kenyataan Islam, jadi pemikiran mereka tidak membimbing mereka untuk meninggalkan agama Islam, yang akan membawa kepada hukuman atas kemurtadan diterapkan kepada mereka dan mereka kehilangan hidup, uang, dan istri.
Kita membicarakan penghakiman atas kemurtadan dalam Islam di episode sebelumnya. Sekarang cukup menyebutkan satu Hadis Muhammad yang mendorong pembunuhan orang-orang murtad. Di Malik’s Muwatta, Hadis 559, dikatakan, “Menuturkan Zeid Ibn Aslam bahwa rasul Allah berkata, ‘Potong kepala orang-orang yang merubah agamanya.’”
Saya teringat sebuah kisah nyata yang saya dengar mengenai seorang penceramah Islam yang sedang menyebarkan agama Islam di Afrika. Ia sampai di salah satu negara dan mulai berceramah mengenai Islam. Ia bertanya kepada salah seorang laki-laki jika ia ingin memuja satu allah dan mempunyai 4 istri, atau memuja 3 allah dan mempunyai 1 istri.
Kita tidak memuja 3 allah, tetapi ini pernyataan yang mereka gunakan.
Orang Afrika itu menjawab, “Saya mau mempunyai 4 perempuan. Tidak peduli dengan Allah, saya hanya mau 4 perempuan.” Jadi mereka menyuruh ia mengatakan kedua kesaksian dan ia melakukannya. Kemudian mereka memberitahu dia bahwa ia harus disunat untuk menjadi seorang Muslim. Ia berkata, “Apakah saya harus? Saya seorang yang sudah tua.” Mereka berkata kepadanya bahwa ia harus melakukannya supaya ia dapat menerima tunjangan yang dapat memampukan ia untuk hidup dengan 4 perempuan. Laki-laki tua itu setuju dan menahan sakit sunat, dan mereka mulai membayarnya tunjangan bulanan. Setelah beberapa bulan mereka berhenti, jadi laki-laki tersebut menanyakan soal uangnya. Mereka mengatakan kepadanya bahwa sekarang ia adalah seorang Muslim dan sudah yakin dengan iman Islam sehingga ia tidak membutuhkan tunjangan lagi. Ia mengancam akan meninggalkan Islam dan mereka berkata, “jika engkau melakukannya, engkau akan menerima hukuman kemurtadan.” Ia berkata, “Apakah itu?” Mereka berkata, “Kami akan memotong kepalamu dan memotong tubuhmu menjadi bagian-bagian.” Ia bergumam, “Agama aneh! Ketika kita menerimanya, mereka memotong satu bagian, dan ketika kita meninggalkannya, mereka memotong kita menjadi bagian-bagian.”
Ini adalah hukuman bagi kemurtadan dan telah membuat orang ketakutan, walaupun mereka telah menyadari kebenarannya. Mereka takut menyatakan pendapat mereka.
Mereka hanya mengumpulkan jumlah.
Jadi Islam disebarkan dengan pedang dan jumlahnya dipertahankan dengan cara yang sama.

Antoine: Tetapi hanya ada beberapa negara yang menerapkan hukum Islam dengan sungguh-sungguh.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya, semua negara-negara Arab.

Antoine: Apakah Anda mengira Islam hanya disebarkan dengan pedang?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Dalam penyebaran Islam, pedang merupakan faktor yang paling penting. Mereka membunuh orang-orang yang menolak Islam dan mereka yang menerimanya akan dibunuh jika dianggap murtad.
Tetapi ada faktor lainnya, seperti didikan. Mereka memenuhi pikiran anak-anak dengan ide bahwa Islam adalah agama yang benar dan sang Rasul adalah rasul yang terakhir dan paling unggul; serta para Pengikut Isa Al-Masih dan orang Israel adalah orang-orang kafir. Anda tahu kelanjutan cerita yang rusak itu. Jadi sejak kanak-kanak, mereka tidak dapat berpikir benar karena pemikiran-pemikiran tertentu telah ditempelkan dalam pikiran mereka.
Sebuah alasan lainnya adalah ketidakpedulian terhadap Islam. Siapa yang mengetahui hal-hal mengenai Islam ini? Siapa yang mempelajari atau membaca? Mereka semua menganggap bahwa yang kita katakan adalah hal-hal sepele atau menyerang Islam dengan semena-mena. Ketidakpedulian!
Agama Islam memuaskan naluri manusia. Seperti laki-laki Afrika yang berkata menginginkan 4 perempuan. “Dua, tiga, atau empat, atau berapapun yang tangan kananmu dapat kuasai.” Jadi naluri seks dipuaskan, begitu juga naluri untuk memiliki… dan seterusnya.
Islam cocok dengan sifat manusia. Islam tidak mengangkat sifat manusia menjadi lebih tinggi, tetapi malahan turun ke levelnya. Ini hal yang serius dalam agama.
Faktor lainnya adalah jumlah anak-anak yang meningkat. Ketika seorang laki-laki menikahi 2 atau 3 perempuan, atau berapapun tangan kanan mereka dapat menguasai, mereka akan mempunyai banyak anak, dan oleh karenanya meningkatkan populasi. Saya rasa itu bukan perkembangan dalam iman, tetapi hanya perkembangan dalam jumlah.
Walaupun demikian, saya ingin mengatakan sesuatu yang Isa Al-Masih katakan.

Antoine: Silahkan.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ia berkata, “gerbang yang lebar dan jalan yang luas menuju pada kebinasaan, dan banyak orang yang melaluinya.”
Dan sebaliknya, “pintu yang sempit dan jalan yang sesak adalah jalan yang menuju pada kehidupan, dan hanya sedikit orang yang mendapatkannya.”
Dan mungkin, ketika mereka menemukannya, mereka tidak menjalaninya.
Jadi jumlahnya tidak terlalu penting. Ini bukan masalah jumlah. Ini masalah iman hati dan memilih kehidupan yang lebih baik, serta penghukuman darinya, serta berjalan di jalannya. Inilah yang berarti; bukan menyombongkan diri atas jumlahnya. Bukan kuantitasnya, tetapi kualitasnya.

Antoine: Ya. Isa Al-Masih, semua kemuliaan bagiNya, berkata, “Aku-lah pintu.”
Kita telah berbicara mengenai keselamatan, dan di episode baru-baru ini Anda berbicara mengenai Kotbah di Bukit. Dapatkah Anda membagikan lebih banyak lagi hari ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tentu saja. Saya akan membagikan sebuah pesan sederhana dari Kotbah di Bukit, sebuah prinsip rohani yang indah mengenai mengasihi musuh-musuh kita.
Isa Al-Masih berkata, “Kamu telah mendengar Firman, ‘Hendaklah engkau mengasihi temanmu dan membenci seterumu.’ Tetapi Aku berkata kepadamu, kasihilah mereka yang menyeterui kamu dan doakanlah orang-orang yang menganiaya kamu. Dengan demikian kamu bertindak sebagai anak-anak sejati dari Bapamu yang di surga. Karena Ia menerbitkan matahari-Nya bukan hanya untuk orang yang baik, tetapi juga bagi orang yang jahat. Ia pun menurunkan hujan tidak hanya untuk orang yang saleh, tetapi juga bagi orang yang fasik.”
Jika kamu hanya mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah pahalamu? Bukankah pemungut cukai pun melakukan hal yang sama? Demikian pula jika kamu hanya mengucapkan salam kepada saudaramu, apa istimewanya perbuatanmu itu? Bukankah suku-suku bangsa yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Sebab itu hendaklah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.”
Mengasihi musuh!
“Mata ganti mata dan gigi ganti gigi, dan pemrakarsanya yang lebih bersalah.”
Tidak seperti itu dengan kita. “Kasihi musuh-musuhmu, berkati mereka yang mengutuk engkau, berbuat baik bagi mereka yang membenci engkau, dan berdoa bagi mereka yang mempergunakan dan menghukum engkau.”
Seperti yang kita lakukan kepada saudara yang telah memberkati kita dengan mengutuk kita. Kita berdoa baginya dan minta Allah memberkatinya. Inilah prinsip mulia Isa Al-Masih. Seseorang tidak dapat menerapkan ini kecuali ia menjadi anak Allah. Bagaimana seseorang dapat menjadi anak Allah? Ia menerima Isa Almasih di dalam hatinya.
“Tetapi sebanyak yang menerimaNya, Ia memberikan hak kepada mereka untuk menjadi anak Allah.”
Anak-anak Allah mengambil sifat Allah. Mereka berperangai baik dan hidup sebuah kehidupan kudus bagi Allah.
Saya ingin memberi tahu semua pemirsa bahwa mereka dapat menerima Isa Al-Masih sekarang di hati mereka, karena Ia berdiri di pintu hati mereka. Ia datang dari surga ke dunia dan berkata, “Aku berdiri di pintu dan mengetuk. Siapapun yang mendengar suaraKu dan membuka pintu, Aku akan datang masuk kepadanya dan makan dengannya, dan ia dengan Aku.”
Ulangi setelah saya, “Aku membuka hatiku kepadaMu, Tuhan. Datang dan tinggallah di dalamku dan biarkan aku menjadi anakMu. Berikan aku sifat yang baru dan biarkan aku hidup denganMu dalam kehidupan yang baru. Amin”
Jika Anda berdoa dari hati Anda, percaya bahwa Allah telah menerima engkau.

Antoine: Amin. Kita berdoa agar para pemirsa dapat merasakan ini dan mengetahui bahwa Allah menerima mereka apa adanya. Yang perlu mereka lakukan hanyalah mengakui kebutuhan mereka akan Dia dan mengaku dosa-dosa mereka. Ia telah membayar harga untuk dosa-dosa kita.
Terima kasih banyak, Pak Pendeta, dan terima kasih kepada para pemirsa terhormat.
Jika Allah berkenan, kita akan bertemu lagi di episode selanjutnya
Allah memberkati Anda. Amin.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Amin.

Texts being used:
The Indonesian Bible text used for New Testament is “The Indonesian (1912 Translation) – Greek Diglot New Testament” – “Kitab Suci Injil Dwibahasa Indonesia (Terjemahan 1912) – Yunani” version. © LAI (Lembaga Alkitab Indonesia – Indonesian Bible Society), 2000.
The Indonesian Bible text used for Old Testament is “The New Translation, 1974” – “Alkitab Terjemahan Baru (TB), 1974” version. © LAI (Lembaga Alkitab Indonesia – Indonesian Bible Society), 1974.
The Indonesian Al Qur’an text used is taken from
http://Quran.al-islam.com/
Indonesian version:
http://Quran.al-islam.com/Targama/DispTargam.asp?nType=1&nSora=1&nAya=1&nSeg=1&l=eng&t=ind
Notes on this episode:
N.A.

 

 

 

Advertisements