Pertanyaan Mengenai Iman Episode 82

1 Comment

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 82

Mohamed: Selamat datang, para pemirsa terkasih, ke episode ‘Pertanyaan mengenai Iman’. Kita juga menyambut tamu kita yang terhormat, Bapak Pendeta Zakaria Botros.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih banyak.

Mohamed: Sebelum kita memulai episode ini, saya ingin menyebutkan apa yang Isa Al-Masih katakan.
“Mengapa engkau memandang serbuk kayu yang terdapat pada mata saudaramu, tetapi balok kayu yang ada pada matamu sendiri tidak engkau sadari? Bagaimana engkau dapat berkata kepada saudaramu, ‘Biarlah aku mengeluarkan serbuk kayu itu dari matamu,’ padahal di matamu sendiri ada balok kayu?”

Selama beratus-ratus tahun, telah ada berbagai pertanyaan-pertanyaan dan tidak ada seorangpun yang cukup berani untuk menjawabnya. Di episode-episode ini, kita telah menjawab banyak pertanyaan bagi jutaan pikiran yang belum mendapatkan jawaban apapun juga. Kami menawarkan jawaban untuk menunjukkan kebenaran.
Allah berkata, “Kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Di episode terakhir, kita berbicara mengenai tuduhan palsu Sheikh Sha’rawy terhadap Kitab Suci dan Isa Al-Masih.
Bagaimana Anda menanggapi tuduhan-tuduhan ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebenarnya Sheikh Sha’rawy menggunakan kebebasan berbicaranya terlalu berlebihan. Ia duduk bersila di sofanya, di depan penontonnya dan bernyanyi. Ada sebuah kumpulan pidato-pidatonya dalam buku komentarnya. Sebagai pengganti komentar, ia menyebutnya pemikiran. Jadi ini adalah buku Sha’rawy. Saya hanya memilih satu ayat darinya, untuk menemukan pandangannya.

Mohamed: ‘Sha’rawy’s Commentary’ (Komentar Sha’rawy), Buku 8.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Komentar dan pemikirannya.

Mohamed: Ya, pemikirannya.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya akan berbicara secara khusus mengenai Surat ke 9 (At Touba), ayat 29, yang ia kutip di halaman 5020. Komentar apa yang ia buat mengenai Surat ini? Benar-benar belum pernah didengar. Dengarkan apa yang ia katakan. More

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 81

Leave a comment

Pertanyaan Mengenai Iman Episode 81

Mohamed: Tuduhan palsu, kebohongan, dan kutukan membuktikan perilaku yang buruk dan kerendahan karakter seseorang. Dari ketukan pintu, jawabannya terdengar. Ada banyak pidato-pidato dari mimbar-mimbar dan televisi. Alat menunjukkan isinya, dan kita mengetahui bahwa dengan ukuran yang Anda pakai, ukuran itu akan dipakaikan kepada Anda kembali.

Puji bagi Dia yang telah mengangkat hambaNya, Mohamed Said, pembawa acara dari program ini, dari kematian kepada kehidupan. Saya seorang pendosa dan diperkenalkan kepada kebenaran yang telah membebaskan saya dari dosa. Jika kita benar, Allah memberikan kemenangan atas kebenaran; dan jika kita salah, kita berdoa kepada Allah dan minta kepadaNya untuk membukakan kebenaran kepada kita dan kepada Anda, karena Ia adalah kebenaran.

Dengan senang hati saya menyambut Anda ke program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Bersama kita adalah teman kita terkasih, Bapak Pendeta Zakaria Botros. Selamat datang.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Mohamed: Kita telah menerima banyak balasan dan pertanyaan, akan tetapi di episode ini, kami ingin menanyakan para mubalih Muslim yang telah mengadu ajaran Isa Al-Masih dan kepercayaannya sepanjang sejarah Islam. Diantaranya yang baru-baru saja adalah Sheikh Sha’rawy dan mubalih Ahmed Deedat, serta yang lainnya. More