Pertanyaan Mengenai Iman Episode 81

Mohamed: Tuduhan palsu, kebohongan, dan kutukan membuktikan perilaku yang buruk dan kerendahan karakter seseorang. Dari ketukan pintu, jawabannya terdengar. Ada banyak pidato-pidato dari mimbar-mimbar dan televisi. Alat menunjukkan isinya, dan kita mengetahui bahwa dengan ukuran yang Anda pakai, ukuran itu akan dipakaikan kepada Anda kembali.

Puji bagi Dia yang telah mengangkat hambaNya, Mohamed Said, pembawa acara dari program ini, dari kematian kepada kehidupan. Saya seorang pendosa dan diperkenalkan kepada kebenaran yang telah membebaskan saya dari dosa. Jika kita benar, Allah memberikan kemenangan atas kebenaran; dan jika kita salah, kita berdoa kepada Allah dan minta kepadaNya untuk membukakan kebenaran kepada kita dan kepada Anda, karena Ia adalah kebenaran.

Dengan senang hati saya menyambut Anda ke program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’. Bersama kita adalah teman kita terkasih, Bapak Pendeta Zakaria Botros. Selamat datang.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Mohamed: Kita telah menerima banyak balasan dan pertanyaan, akan tetapi di episode ini, kami ingin menanyakan para mubalih Muslim yang telah mengadu ajaran Isa Al-Masih dan kepercayaannya sepanjang sejarah Islam. Diantaranya yang baru-baru saja adalah Sheikh Sha’rawy dan mubalih Ahmed Deedat, serta yang lainnya.
Apa pendapat Anda atas klaim-klaim yang telah mereka buat dan disebarkan oleh orang-orang?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih. Pertama-tama, saya yakin para pemirsa merasa senang menerima Anda kembali di program ini.

Mohamed: Terima kasih

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Hal yang menghalangi Anda dari mengikuti program ini telah pergi, syukur kepada Allah. Dikatakan bahwa Anda telah dibunuh, tetapi inilah Anda. Allah membangkitkan Anda untuk kembali ke program ini dengan kekuatan penuh.

Mohamed: Terima kasih.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Untuk memulainya, saya ingin memberitahu kepada semua pemirsa bahwa kita berbicara dengan cinta kasih dan logika yang nyata. Jika mubalih Muslim memaksa kita untuk membahas masalah secara berani dan langsung, seperti yang mereka lakukan, bukan berarti kita membenci saudara-saudara Muslim terkasih kita. Tetapi sebaliknya; kami mengasihi mereka dan memperhatikan keselamatan mereka.

Mengenai pertanyaan Anda tentang para mubalih, yang jumlahnya telah meningkat jauh dari sebelumnya. Sebenarnya saya percaya bahwa para mubalih ini tidak melakukan apapun, kecuali apa yang telah diperintahkan oleh agama mereka, Islam.

Mohamed: Inilah yang telah diajarkan kepada mereka.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ini yang telah mereka pelajari. Mereka menerapkan agama mereka dan pengajarannya, mendorong orang-orang percaya untuk melawan dan berperang, dan seterusnya. Ini sebuah poin yang penting. Kita ingin mengatakan bahwa perilaku-perilaku mubalih tersebut merupakan hasil dari pengajaran mereka dan kewajiban agama mereka, seperti yang dikatakan oleh agama Islam. Mereka harus memenuhi kewajiban mereka dengan jalan seperti itu.

Mohamed: Dan kita tahu bahwa pemerintahan Islam mendorong mereka melakukan hal tersebut.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tentu saja.

Mohamed: Banyak pertanyaan yang telah diajukan mengenai kita. Mereka ingin tahu siapa yang menyokong kita, dan kita telah dituduh sebagai pengikut CIA atau pengikut Zionis.
Bagaimana Anda menanggapi tuduhan-tuduhan ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Mubalih-mubalih Islam, melalui pemerintahan-pemerintahan Islam dan negara-negara Islam, mempunyai jalan masuk yang luas ke outlet media, termasuk televisi, majalah dan surat kabar. Selain itu, mereka mendorong dan memberikan penghargaan kepada mereka atas apa yang telah mereka lakukan, yaitu dengan berbicara secara terbuka dan menyerang ajaran Isa Al-Masih sampai ke intinya; iman terhadap Isa Al-Masih.

Mohamed: Apakah para pengikut Isa Al-Masih mempunyai hak di negara-negara Islam?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ini masalah yang rumit. Ini dilarang.

Mohamed: Dilarang?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Seorang pengikut Isa Al-Masih tidak boleh berbicara atau membela dirinya sendiri. Jika ia melakukannya, ia akan dipenjara. Saya adalah sebuah contoh hidup dari hal ini. Di tahun 1981 saya dimasukkan ke dalam penjara.

Mohamed: Mengapa?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya dituduh telah mengakibatkan pertengkaran agama karena saya menjawab Sheikh Sha’rawy dan tuduhan-tuduhan Islam.

Mohamed: Jadi Anda telah melakukan hal itu sejak tahun 1981?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya, tentu saja.

Mohamed: Dan Anda masih menanggapi?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya, tentu saja.

Mohamed: Mengapa?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya menanggapi karena mereka belum berhenti. Untuk setiap aksi, pasti ada reaksi.

Mohamed: Apa alasan untuk itu?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebenarnya, ini bukan hal pribadi. Mereka pikir mereka ingin membuat bintang televisi tetapi saya tidak tahu mengapa mereka menggunakan agama untuk itu. Motivasi saya adalah kasih saya bagi Allah dan kasih saya bagi jiwa-jiwa yang dikasihi Allah.

Mohamed: Menurut Anda, apakah mereka mengantisipasi apa yang Anda lakukan sekarang melalui saluran satelit, internet, ruang ngobrol Paltalk, dan yang lainnya?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebenarnya mereka tidak menduga hal ini, begitu juga saya. Di Mesir, kita hidup dalam penindasan dan kegelapan, serta tidak ada kebebasan mengungkapkan pendapat atau berbicara. Ketika para mubalih diberi jalan masuk ke media yang luas, para pengikut Isa Al-Masih tidak diberikan apapun juga. Ketika kita meminta hanya setengah jam di televisi, mereka menolak. Kita mempunyai setengah jam tayangan untuk kebaktian setiap hari Minggu, yang tentu hanya cukup untuk sepotong saja.

Mohamed: Oleh karenanya, Anda diharuskan untuk meninggalkan kampung halaman Anda dan datang kesini, supaya Anda dapat menyampaikan pesan Anda ke negara kita tercinta.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Biarkan saya memberitahu Anda sesuatu…

Mohamed: Silahkan.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ini adalah rencana Allah, bukan rencana manusia manapun.

Mohamed: Benar.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Di tahun 1989, mereka ingin membuang saya dengan mengusir saya keluar negeri. Saya telah dipenjara selama empat hari, tanpa makan maupun minum.

Mohamed: Dan untuk alasan?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Karena saya menjawab mubalih yang berbicara menentang Isa Al-Masih.

Mohamed: Jadi Anda berbicara mengenai agama dan kemudian Anda dituduh atas hal yang tidak ada hubungannya?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ya. Menyebabkan pertengkaran agama adalah tuduhan mereka. Mereka tidak mengharapkannya. Mereka berpikir bahwa ketika mereka membuang saya keluar, pintunya akan tertutup, tetapi ini adalah rencana Allah.
Seperti rencana Allah untuk Yusuf. Saudara-saudaranya membuang dia, tetapi pada akhirnya hal itu menyelamatkan hidup mereka karena Yusuf telah menyimpan gandum supaya mereka dapat tetap hidup.
Inilah yang terjadi. Saya dibuang. Saya tidak membandingkan diri saya sendiri dengan Yusuf, tetapi saya menunjukkan rencana Allah bagi manusia. Saya dibuang supaya saya dapat kembali kepada mereka dengan Roti Kehidupan.
Jadi ini adalah rencana Allah.

Mohamed: Kata-kata yang menginspirasi.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih.

Mohamed: Tetapi saya kembali ke pertanyaan yang sama.
Apa alasan dibalik program-program yang banyak jumlahnya di saluran televisi Al Hayat?
Ada hampir seratus episode program ‘Pertanyaan Mengenai Iman’, begitu juga program-program lainnya seperti ‘Hewar El Haq’. Juga ada internet, Paltalk dan saluran-saluran televisi lainnya.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya akan beritahu Anda sesuatu. Saya ingin berbicara dengan terbuka dan mengatakan kebenaran. Kitab Suci tidak mengijinkan kita berbohong atau taqiyya (berpura-pura). Biarlah ‘ya’-mu menjadi ‘ya’ dan ‘tidak’-mu menjadi ‘tidak’. Saya membicarakan kebenaran dan selebihnya adalah jahat. Bahkan saya tidak menyukai kebohongan yang tidak bersalah (kebohongan putih).

Mohamed: Anda hampir mengatakan bahwa Muslim adalah pembohong.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya tidak hampir mengatakan, atau tidak mengatakan apapun.
Muhammad mengijinkan mereka berbohong dalam tiga situasi.
Seorang laki-laki dapat berbohong kepada istrinya. Ia dapat melakukan apa yang ia inginkan kemudian memberitahu istrinya bahwa mobilnya mogok, atau apapun juga. Ia diperbolehkan berbohong kepada istrinya. Ia juga boleh berbohong kepada musuh-musuhnya dalam perang, atau berbohong untuk mendamaikan orang.
Tetapi kita tidak diijinkan berbohong dengan cara apapun. Semua kebohongan adalah jahat dan menuju kepada api neraka. Pembohong tidak akan mewarisi kerajaan Allah. Porsi mereka adalah danau api dan belerang.

Mohamed: Jadi apa tujuan Anda?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tujuan saya. Alasan pertama saya adalah kasih, dan yang kedua adalah keselamatan jiwa-jiwa. Diantara keduanya adalah logika, intelektual, dialog atau percakapan yang tenang, dan perkataan Allah.

Mohamed: Mereka bermaksud jahat kepada Anda, tetapi Allah bermaksud baik bagi Anda, supaya Anda dapat menyampaikan pesan kasih kepada semua orang.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ini adalah rencana Allah dan tidak seorangpun mempunyai jasa di dalamnya. Ini hanyalah anugerah dan rencana Allah.

Mohamed: Ya. Seseorang berkata bahwa Anda mengacu kepada para mubalih yang telah meninggal dunia, sehingga Anda bebas berbicara apapun yang Anda mau tanpa ada orang yang menangkis atau menjawab Anda.
Apa pendapat Anda mengenai hal ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya akan beritahu Anda sesuatu. Sha’rawy pergi ke orang-orang yang ia kasihi, dan kita tidak tahu apakah Didat sudah meninggal dunia atau masih hidup atau lumpuh… Semoga Allah menolongnya. Tetapi para mubalih tersebut ada dimana-mana.
Selanjutnya, saya tidak menyerang seseorang atau bermusyawarah dengan orang tertentu untuk alasan pribadi. Pertama-tama, saya prihatin dengan konsepnya.

Mohamed: Jadi Anda menanggapi sebuah gagasan?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Para mubalih ini mengeluarkan sebuah konsep yang masih ada di buku-buku mereka.

Mohamed: Dan apakah konsep-konsep ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Yaitu menyerang ajaran Isa Al-Masih dan Isa Al-Masih. Bukan kewajiban saya untuk membela diri saya sendiri atau para pengikut Isa Al-Masih lainnya. Saya membela kepercayaan ajaran Isa Al-Masih dan manusia Isa Al-Masih. Jadi biarkan mereka memberikan kebebasan kepada kita.
Bahkan jika beberapa mubalih Muslim telah meninggal dunia, biarkan yang masih hidup menjawab pertanyaan kita, tanpa menuduh kita menimbulkan pertengkaran agama. Biarkan mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Ini yang saya inginkan dari para mubalih. Saya telah bertanya kepada Sheikh El Sayed Tantawy yang dihormati untuk datang ke studio kita disini dan berbicara dengan kita. Saya meminta ini kepada semua mubalih dewasa, yang berpikiran logis dan sudah mengerti.

Mohamed: Jadi Anda katakan bahwa pintunya terbuka bagi siapapun yang mau berbicara dengan Anda.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Silahkan! Silahkan! Saya menerapkan kebebasan berekspresi saya dengan sangat terbuka.
Saya disini, di sebuah negara yang menghormati kebebasan berekspresi. Saya mempunyai kebebasan untuk mengekspresikan diri saya sendiri dan berbicara, dan tidak ada seorangpun yang dapat menyangkal kebebasan saya itu. Masa pemotongan dengan pedang sudah lama lewat; pedang yang memotong lidah ayah-ayah kita, sehingga mereka tidak dapat berbicara Bahasa Coptic. Masa pemenggalan kepala, jika Anda tidak menjadi seorang Muslim, sudah berlalu.

Mohamed: Apa yang Anda ingin para Muslim lakukan supaya Anda dapat berhenti berbicara seperti ini?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sebuah pertanyaan yang baik!
Saya ingin agar semua pemirsa dan pendengar, dan pemerintah Arab, mengetahui bahwa saya tidak meminta hal-hal pribadi. Saya tidak mencari sesuatu bagi diri saya sendiri.
Karena Anda telah mengajukan pertanyaan ini, biarkan saya berkata kepada seluruh dunia bahwa saya mempunyai sepuluh permintaan penting. Itu semua bukan untuk saya. Tetapi untuk kebenaran, iman, dan Isa Al-Masih.
1. Pembatalan semua ayat-ayat Al Qur’an yang telah melucuti Isa Al-Masih dari keilahianNya dan dari sifat penjelmaan Allah dalamNya.
2. Pengesahan bahwa Isa Al-Masih adalah Ruh Allah dan PerkataanNya, seperti yang mereka percayai, dan tidak menutup-nutupi kebenaran ini.
3. Pembatalan ayat-ayat Al Qur’an dan Hadis yang mendorong pembunuhan para pengikut Isa Al-Masih, seperti Surat ke 9 (At Touba), ayat 29: “ Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Utusan-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah)… – artinya Islam – …yang diberikan Kitab Suci kepada mereka…”

Mohamed: Siapakah mereka?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Orang-orang Buku adalah para pengikut Isa Al-Masih dan Bani Israil.

Mohamed: Benar.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: “…sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” Pembunuhan. Ini adalah yang ketiga.
4. Pembatalan ayat-ayat Al Qur’an dan Hadis yang mendorong terorisme dan ketidakadilan dalam bentuk apapun.

Mohamed: Apa maksud Anda dengan terorisme dan ketidakadilan?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terorisme. “Mendorong orang-orang percaya untuk membunuh.” Dan Hadis-Hadis seperti, “Aku diperintahkan untuk berperang melawan orang-orang sampai mereka mengaku tidak ada allah lain selain Allah.” Ini semua adalah terorisme dan pembunuhan.
5. Pembatalan ayat-ayat Al Qur’an yang menentang kebenaran penyaliban Isa Al-Masih, menempatkan keragu-raguan atas rencana tinggi Allah untuk keselamatan.
6. Menghentikan penyerangan terhadap Isa Al-Masih dan Kitab Suci di mesjid-mesjid dan semua media.
7. Mengijinkan kebebasan manusia, termasuk orang-orang Muslim. Anda mungkin bertanya mengapa saya menyebutkan orang-orang Muslim. Berikan mereka kebebasan untuk memeluk agama pilihan mereka dan mempunyai kebebasan untuk mengekspresikan kepercayaan mereka.
8. Pembatalan hukuman atas kemurtadan dan menghentikan penyiksaan, penjara, dan pembunuhan atas orang-orang yang menjadi pengikut Isa Al-Masih.
9. Permintaan maaf yang resmi dari para negarawan di semua negara-negara Arab, karena telah membunuh para pengikut Isa Al-Masih di negara-negara Islam yang telah dikuasai Islam.
10. Permintaan maaf yang resmi dari para negarawan di semua negara-negara Arab atas penghinaan terhadap kepercayaan kita selama masa Islam.

Mohamed: Permintaan Anda banyak dan sulit untuk dicapai, dan kita tahu banyak yang telah mencobanya di masa-masa terdahulu.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Benar.

Mohamed: Tetapi sekarang kita di masa komunikasi terbuka dan Anda mempunyai kesempatan untuk menjangkau jutaan orang yang mendengar dan menonton program ini.
Tetapi marilah kita meninggalkan topik ini dan membiarkan publik memutuskan nasib dari permohonan ini.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Amin.
Ada hal penting yang ingin saya katakan.

Mohamed: Silahkan.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Para pemirsa dapat berpikir bagi dirinya sendiri; Apakah pendeta ini gila atau bagaimana? Apakah ini permohonan dari seseorang yang waras? Apakah kita akan membatalkan ayat-ayat Al Qur’an? Apakah ini dapat terjadi? Ia hanya menyampaikan permohonannya.
Anda tidak dapat merubahnya? Baik, lalu mengapa Anda meminta kami untuk merubah kepercayaan kami? Mengapa Anda meminta kami untuk mengakui kepercayaan Anda atau menghadapi pedang?
Biarkan kami memutuskan apa yang kami mau. Jangan menuduh saya mengakibatkan pertengkaran agama dan memecah belah negara, kemudian menaruh lima juta dolar atas kepala saya. Anda dapat menaruh berjuta-juta, tidak membuat saya cemas.
Saya telah mengajukan permohonan-permohonan saya, jadi jika Anda tidak mau mengabulkannya, biarkan saya berbicara dengan bebas. Apakah Anda memberikan diri Anda sendiri kebebasan tetapi menyangkal kebebasan itu pada diri saya?

Mohamed: Saya ingin menyebutkan sebuah ayat yang sangat menenangkan, yang berkata, “Allah adil. Ia akan membayar kembali kesusahan kepada mereka yang menyusahkan engkau.”
Terima kasih banyak.
Mari kita mulai menanggapi komentar dan tantangan dari Sheikh Sha’rawy, yang keterlaluan ketika ia membicarakan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan seterusnya.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Sheikh Sha’rawy adalah seorang fatwa (opini hukum). Ia terkenal suka duduk bersila di sofanya. Suatu hari, seorang anggota gereja mengundang saya untuk menonton Sha’rawy menyerang ajaran Isa Al-Masih. Jadi saya pergi menonton siaran ulang episode tersebut. Saya mendengarkan ia menyerang Isa Al-Masih secara pribadi dalam ibarat gadis-gadis yang bijaksana. Ia berkata, “Lima orang gadis datang. Pintunya terbuka dan pengantin pria masuk. Mereka masuk dengannya dan pintunya tertutup. Apa yang Anda pikirkan? Pengantin pria… pintu tertutup… apa yang ia lakukan dengan mereka?”

Mohamed: Sebuah pertanyaan yang sangat dangkal.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ia mengatakan hal ini karena lingkungan seksual dimana ia tinggal amat sangat rendah. Ia berbicara dalam konteks budaya tempat ia tinggal.
Ibarat tentang para gadis berbicara mengenai kehati-hatian rohani. Ibarat itu berbicara mengenai kasih mereka bagi Isa Al-Masih. Ia tidak mengatakan bahwa para gadis ini adalah pengantin wanita.
Kemudian Sheikh Sha’rawy berkata, “Ada lima gadis. Anda mengejek kita ketika kita berkata dua, tiga, atau empat. Isa Al-Masih menikahi lima.”

Mohamed: Apakah mereka mengatakan hal itu?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Ia berkata demikian.

Mohamed: Benar.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tetapi kita menanggapi dengan berkata: Mengapa ia membandingkan Isa Al-Masih dengan manusia? Bukankah ia menganggap Isa Al-Masih sebagai seorang nabi? Mengapa tidak membandingkan Isa Al-Masih dengan Nabi Muhammad? Bukankah Muhammad menikahi dua, tiga, atau empat orang?

Mohamed: Mohon jelaskan ibarat ini dengan jelas.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Bailah. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ini suatu mengenai kehati-hatian rohani. Karena waktu, saya akan merangkumnya, tetapi saya ingin menekankan bahwa Nabi Muhammad menikahi sembilan perempuan, bukan dua, tiga, atau empat. Bukankah Isa Al-Masih, yang juga seorang nabi, diperbolehkan sembilan? Apakah Anda pikir kita akan mengkritik Anda karena mempunyai empat, jika Isa Al-Masih mempunyai lima?

Mohamed: Tetapi Isa Al-Masih tidak menikah.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Itulah masalahnya. Al Qur’an sendiri bersaksi bahwa Isa Al-Masih adalah suci: “Isa Al-Masih bebas dari semua dosa.”
Di sebuah Hadis mengenai perantaraan di hari terakhir, Nabi Muhammad berkata bahwa orang-orang pergi ke nabi-nabi untuk meminta mereka menjadi perantara bagi mereka, tetapi masing-masing dari mereka menyebutkan dosa-dosa mereka sendiri. Kemudian mereka datang kepada Isa Al-Masih dan Ia tidak mempunyai dosa.
Apakah Sha’rawy ingin memberikan dosa kepada Isa Al-Masih hari ini?

Mohamed: Apakah ada hubungan antara kerajaan surga dan para gadis?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tentu saja. Kerajaan surga adalah umat manusia. Para gadis disini mempunyai jiwa dan ruh yang suci. Mereka adalah orang-orang yang telah memelihara jiwa yang suci dan tidak mencemarinya dengan dosa saat menunggu kedatangan Isa Al-Masih. Inilah ibarat yang Isa Al-Masih ajarkan.
Saya lihat bahwa waktu kita sudah habis. Dapatkah kita melanjutkan?

Mohamed: Ya. Ada sebuah pertanyaan lainnya mengenai Sha’rawy. Ia tidak salah, karena pernikahan bukanlah sebuah dosa. Apa yang Anda katakan?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Pernikahan bukan sebuah dosa jika Allah menyucikannya, tetapi tidak semua pernikahan suci. Tetapi saya ingin menyatakan bahwa adalah sebuah dosa untuk mengatakan bahwa Isa Al-Masih, yang dikenal suci, menikah; terutama saat Muhammad tidak menyebutkan dalam Al Qur’an bahwa Isa Al-Masih menikah. Jadi Sha’rawy menentang Al Qur’annya sendiri. Apakah Anda mengerti?
Sekarang saya ingin mengatakan suatu hal yang sangat penting. Kita telah membahas pemikiran Sha’rawy. Saya telah mendengar bahwa ia ditangkap untuk sebuah kasus yang melibatkan bank Islam.

Mohamed: Kami menerima surat yang memberitahukan kami bahwa Sheikh Sha’rawy terlibat dalam sebuah kasus dengan bank Islam, begitu juga dengan kasus-kasus moral.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Saya mendengar apa yang baru saja Anda katakan, tetapi tindakan pribadi seseorang bukan urusan saya. Setiap manusia mempunyai hati nurani dihadapan Allah. Saya disini bukan untuk menghakimi tindakan seseorang. Saya hanya menghakimi mereka atas komentar-komentar mereka terhadap ajaran Isa Al-Masih dan Isa Al-Masih. Apakah Anda mengerti?

Mohamed: Apa maksud Anda?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Apakah Anda pikir Sha’rawy mau menutup-nutupi cerita mengenai pengantin-pengantin perempuan dan pernikahan Muhammad? Apakah Anda mengerti?

Mohamed: Saya tidak yakin.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Baiklah, saya beri tahu.

Mohamed: Silahkan.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Lihatlah biografi Nabi Muhammad dalam buku ‘The Prophetic Biography’ (Biografi Kenabian), oleh Ibn Hisham, bagian 3.

Mohamed: Biografi?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Halabiya.

Mohamed: Halabiya?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Oleh Ibn Hisham.

Mohamed: Oleh Ibn Hisham?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Maaf. ‘The Halabiya Biography’ (Biografi Halabiya), oleh El Halaby.

Mohamed: Benar.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: ‘The Halabiya Biography’ (Biografi Halabiya), oleh El Halaby. Di halaman 419, kita menemukan hal yang sangat aneh. Saya rasa inilah yang ingin Sha’rawy tutupi dengan mengatakan bahwa Isa Al-Masih menikah.
Lihatlah yang Halaby katakan di bagian ketiga bukunya, halaman 419. Ia berkata, “Jika ia, semoga doa Allah dan damaiNya bersama dia, mengingini seorang perempuan yang bebas… – artinya seorang perawan, janda, atau perempuan yang belum menikah – …ia dapat menyempurnakan ‘pernikahan’ tersebut… – Disini mereka menggunakan sebuah kata untuk pernikahan yang tidak dapat saya sebutkan. – …tanpa mas kawin, wali, maupun saksi… – Tanpa saksi-saksi – …dan tanpa persetujuan perempuan itu…” Tanpa persetujuan perempuan itu.

Mohamed: Tetapi ini adalah…

Bpk. Pdt. Zakaria B.: “…dan jika ia mengingini seorang perempuan yang sudah menikah, suaminya diwajibkan untuk menceraikan perempuan itu bagi dia. Jika ia mengingini seorang budak perempuan, tuannya diwajibkan untuk memberikan budak itu kepadanya. Ia berhak memberikan seorang perempuan untuk pernikahan, kepada siapapun yang ia inginkan tanpa persetujuan dari perempuan itu.”

Mohamed: Kita tahu bahwa sang Nabi mempunyai hak-hak yang tidak diberikan kepada orang lain.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Mengapa? Apakah ia terbuat dari sifat yang berbeda dari orang lain? Seharusnya ia memberikan contoh yang baik untuk dituruti. Ia menetapkan patokan yang tinggi, dan kemudian mengambil seorang perempuan tanpa persetujuannya. Apa sebutannya, saat Anda memaksa seorang perempuan untuk menikah?
Dan kemudian ia berkata, “jika ia mengingini seorang budak perempuan, tuannya diwajibkan untuk memberikan budak itu kepadanya, dan ia dapat menikahi seorang perempuan kepada siapapun yang ia inginkan, tanpa persetujuan perempuan itu, dan menikahinya saat itu juga di upacara ritual konsekrasi. Ia juga dapat memilih apa yang ia inginkan dari sisa-sisa perang sebelum dibagikan. Ia dapat mengambil budak atau apapun juga.”

Mohamed: Ini cukup, karena…

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Hal ini benar-benar…

Mohamed: Ya, memalukan dan tidak dapat diterima.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Hal ini benar-benar mengerikan.

Mohamed: Apa solusinya menurut Anda? Apa solusi dari dosa?

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Tolong berikan saya sebuah Kitab Suci.
Apa solusinya?
Disetiap akhir episodes, saya ingin melakukan serial renungan dan menyebutnya ‘Apa solusinya?’, atau ‘Isa Al-Masih adalah solusinya’.
Kitab Suci berkata, dalam Kitab Rum pasal 6, ayat 23: “Karena upah dosa adalah maut.”
Hukuman atas dosa adalah maut. Manusia mewarisi dosa dari orang tuanya, melalui Adam.
Seperti yang dikatakan Muhammad, “Turun dari situ (surga), kamu semua. Supaya ia dan keturunannya turun. Adam memberontak dan begitu juga keturunannya. Adam berdosa dan begitu juga keturunannya.” Ini di Hadis.
Jadi manusia mewarisi dosa dan hukuman dosa adalah maut; pemisahan dari Allah.
Apa penyembuhannya? Bagaimana seseorang dapat disembuhkan dari dosa dan pemisahan dari Allah? Apa solusinya?
Isa Al-Masih adalah solusinya. Tidak ada solusi lainnya. Bahkan jika Anda berdoa dan berpuasa sepanjang tahun, itu tidak akan membantu. Semua ini dibutuhkan, tetapi ini bukanlah harga keselamatan Anda dari dosa.
Harga keselamatan dari dosa adalah darah Isa Al-Masih, menebus semua dosa. “Darah Isa Al-Masih anakNya membersihkan kita dari semua dosa.”
Rasul Pa’ul berkata, “Akan tetapi, Allah sudah menyatakan kasih-Nya kepada kita, karena Al Masih telah mati untuk kita ketika kita masih menjadi pendosa.”

Mohamed: Terima kasih banyak. Cukup untuk hari ini.
Sebelum kita mengakhiri episode ini, saya ingin menyebutkan bahwa Isa Al-Masih, semoga Ia ditinggikan, berkata, “Marilah kepada-Ku, hai kamu semua yang lelah dan menanggung beban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu.”

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Amin.

Mohamed: Terima kasih para pemirsa terkasih. Kita akan berjumpa lagi di episode lainnya.
Kami menyambut pertanyaan-pertanyaan Anda.
Cukup untuk hari ini. Sampai berjumpa lagi, semoga Allah mengijinkan

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Amin.

Mohamed: Terima kasih.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Amin. Amin.

Texts being used:
The Indonesian Bible text used for New Testament is “The Indonesian (1912 Translation) – Greek Diglot New Testament” – “Kitab Suci Injil Dwibahasa Indonesia (Terjemahan 1912) – Yunani” version. © LAI (Lembaga Alkitab Indonesia – Indonesian Bible Society), 2000.
The Indonesian Bible text used for Old Testament is “The New Translation, 1974” – “Alkitab Terjemahan Baru (TB), 1974” version. © LAI (Lembaga Alkitab Indonesia – Indonesian Bible Society), 1974.
The Indonesian Al Qur’an text used is taken from
http://Quran.al-islam.com/
Indonesian version:
http://Quran.al-islam.com/Targama/DispTargam.asp?nType=1&nSora=1&nAya=1&nSeg=1&l=eng&t=ind
Notes on this episode:
N.A.