Pertanyaan Mengenai Iman Episode 59

Allah dan Dewa Bulan

Mohamed: Para pemirsa terkasih, selamat datang di episode baru dari program, “Pertanyaan Mengenai Iman”, dan sekali lagi kita kedatangan tamu kehormatan, Bapak Pendeta Zakaria Botros. Selamat datang Pak.

Bpk. Pdt. Zakaria B.: Terima kasih banyak.

Mohamed: Sahabatku terkasih, saya ingin membuka episode ini dengan perkataan dari Isa Junjungan Yang Ilahi: “Berbelas kasihanlah seperti Bapa juga berbelas kasihan. Jangan menghakimi dan kamu tidak akan dihakimi. Jangan mengutuk, dan kamu tidak akan dikutuk. Ampuni dan kamu akan diampuni. Memberi dan akan diberikan kepadamu; perhitungan yang baik, ditekan kebawah, dikocok, dan kelimpahan akan turun dari dadamu. Karena dengan ukuran yang kamu pakai, itu juga yang akan diukurkan kepadamu.” Kita telah menerima banyak surat. Kita akan membacakan surat ini dengan Anda, datang dari Algeria. Penulisnya berkata “Dalam nama Allah Maha Kasih, Maha Pengampun, damai beserta Anda, berkat Alah dan kasihNya. Bapak Pendeta Zakaria Botros terhormat, saya mendapat impresi dari penjelasan Anda, bahwa Anda mengajukan undangan terbuka kepada para Muslim untuk mengetahui dan berpikir dan tidak lari dari pengertian ayat-ayat Al Qur’an, seperti Anda katakan bahwa para Muslim takut untuk menemukan kebenaran dan mungkin merupakan kesesatan. Akan tetapi, saya ingin mengingatkan Anda, juga mengingatkan diri saya sendiri, bahwa kebijaksanaanlah yang dicari oleh orang percaya, dan saya tidak bermasalah untuk mengakui kebenaran dan menarik diri dari kesalahan, saat pikiran saya diterangi oleh terang kebenaran. Dan saya bertanya kepada Anda untuk menerima tantangan ini, sama seperti saya telah menerimanya. Apa yang telah saya kumpulkan dari Anda adalah bahwa isi dari Al Qur’an sesuai dengan pengajaran benar di Nasrani mengenai Isa, damai besertaNya. Dan bahwa Allah, dalam pandangan Anda, adalah satu Allah, bukan tiga, seperti yang banyak orang pikir mengenai ajaran Isa, dan bahwa kata ’anak’ bukan berarti anak secara biologi, tetapi lebih kepada banyak arti lainnya, itu adalah salah satu hal yang saya pelajari dari Anda dan saya mendapatkan manfaatnya, dalam beberapa hal. Bapak yang terhormat, apakah tidak pernah muncul di pikiran Anda, bagaimana seorang yang tidak berpendidikan ini mendapatkan seluruh pengetahuan tersebut, 14 abad yang lalu? Lebih dari itu, bagaimana ia dapat tahu bahwa tumbuhan mempunyai pasangan – jantan dan betina – ayat 3 dari Surat ke 13 (Ar Ra’d): “Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan.” Konsep penebusan… Menurut pengertian saya, penebusan membutuhkan seseorang untuk menyerahkan hatinya kepada Isa dan dibasuh oleh darahNya, agar diampuni dan menerima kehidupan kekal. Pak, umpamanya seseorang memegang Anda dan mencungkil mata Anda, memotong tangan dan kaki Anda dan menentang Anda, dan mengakui di depan Anda bahwa ia telah menyerahkan hatinya kepada Isa dan telah dibasuh oleh darahNya… Apakah Anda akan merasa enak mendengarnya, dan yakin bahwa Allah akan memaafkan dia? Sebuah pertanyaan disini. More